WARTAWAN GADUNGAN : Minta Uang Rp1 Juta dengan Alasan Pengobatan Teman

Sabtu, 29 Maret 2014 14:03 WIB
WARTAWAN GADUNGAN : Minta Uang Rp1 Juta dengan Alasan Pengobatan Teman

Harianjogja.com, KULONPROGO- Ahmad, seorang PNS di Humas TI Pemkab Kulonprogo mendapatkan telepon dari http://www.harianjogja.com/baca/2014/03/29/awas-wartawan-abal-abal-di-kulonprogo-499374" target="_blank">seseorang yang mengaku wartawan Radar Jogja, Ali Muhfidz, setelah sebelumnya, Kabag Humas TI, Rudy Widyatmoko mendapatkan telepon dari nomor yang sama.

Dalam telepon kepada Rudy, seseorang yang tidak menyebutkan namanya itu menanyakan tentang nama wartawan dari koran Radar Jogja yang bertugas di Kulonprogo. Rudi kemudian memberikan nama Ali Mufidz.

Penelepon kemudian menanyakan nomor telepon Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo, Sumarsono. Karena curiga si penelepon adalah wartawan gadungan, Rudi kemudian memberikan nomor HP Ahmad, namun menyebutkan bahwa nomor yang diberikan adalah milik Sumarsono.

Akibatnya, tak berselang lama, penelepon misterius itu kemudian menelepon Ahmad. Pelaku mengira nomor Ahmad adalah milik Sumarsono. Dengan percaya diri lantas mengaku Ali Muhfidz dan mohon bantuan pengobatan untuk teman seprofesinya.

Ahmad sempat meladeni beberapa lama hingga akhirnya dia menyuruh orang tadi menghubungi nomor yang dikasih Ahmad.

Padahal nomor yang dikasih Ahmad tersebut milik wartawan yang biasa nongkrong di Media Center.

Tak lama pula, handphone milik salah satu wartawan berdering. Ternyata dari nomor pelaku.

Oleh para wartawan, justru orang tersebut dipancing agar mau mengungkapkan secara gamblang maksudnya. Wartawan yang dihubungi saat itu mengaku sebagai Bendahara Dinas Pendidikan, sehingga semakin membuat wartawan abal-abal tadi yakin.

Dia akhirnya mengungkapkan niat minta transferan uang Rp1 juta ke rekening BRI dengan nomor rekening 615301010804536 atas nama Nofea Windrawati.

Pada saat ditanya, dia mengaku Ali Muhfidz dari Radar Jogja. Padahal saat itu Ali Muhfidz bersama teman-teman wartawan yang saat itu ikut mendengarkan percakapan telepon dengan Ali Muhfidz gadungan itu tadi.

Para wartawan mencoba menanggapi maksud dan tujuannya. Hingga akhirnya Ali Mufidz gadungan itu sadar sedang dijadikan bulan-bulanan lewat telepon. Dia pun lantas marah-marah dan mengirim kata-kata umpatan.

Ketua Persatuan Wartawan Kulonprogo (PWK), Sri Widodo menyampaikan imbauan kepada masyarakat dan pejabat di lingkungan Pemkab Kulonprogo agar waspada terhadap segala bentuk pemerasan mengatasnamakan profesi wartawan.

Sementara itu Ali Muhfidz mengaku geram dengan orang tak bertanggung jawab yang mencatut namanya untuk tujuan pemerasan. Kendati begitu dia belum akan melaporkan kasus ini ke polisi.

"Saya akan koordinasi dengan kantor dulu karena ini juga mencatut institusi tempat saya bekerja," ujar Ali.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online