Ribuan Nama Peserta Kartu Menuju Sejahtera Kota Jogja Dicoret

Minggu, 30 Maret 2014 07:31 WIB
Ribuan Nama Peserta Kartu Menuju Sejahtera Kota Jogja Dicoret

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pemerintah Kota Jogja tahun ini mencabut 2.995 kepersertaan Kartu Menuju Sejahtera (KMS), karena tak lagi sesuai parameter keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial.

Menurut Kepala Bidang Bantuan dan Pengelolaan Kesejahteraan Sosial Dinsosnakertans Jogja Tri Maryatun, ada 101 warga yang komplain akibat dicabut dari kepesertaan KMS ini. Ia mengaku sudah memberikan penjelasan mengenai alasan pencabutan.

Parameter yang tak sesuai lagi bagi warga yang dicabut kepesertaannya itu, kata dia, karena menyangkut ketidaksesuaian dalam aspek pendapatan dan jumlah aset.
Dalam aspek itu, di antaranya dinilai mengenai tidak bekerjanya suami atau istri, pendapatan rata-rata anggota keluarga setiap bulan sampai dengan Rp300.000, atau Rp301.000-Rp400.000.

Selain aspek pendapatan dan aset, aspek lain yang dinilai adalah soal kelayakan papan, pangan, sandang, kesehatan, sosial, dan pendidikan.

“Kebanyakan alasan warga yang ingin mendapatkan KMS karena pendidikan, masih menyekolahkan anaknya, padahal tidak hanya aspek itu saja yang dinilai,” terangnya.

Namun jika penjelasan yang sudah disampaikannya itu terus ditentang, ia akan menyerahkan ke RT atau RW. Sejak bulan ini, pendataan keluarga sasaran penerima KMS 2015 dilakukan.

Akan tetapi, baru sepuluh dari 45 kelurahan yang telah menyerahkan hasil evaluasi pendataan KMS, padahal Jumat (28/3/2014) adalah hari terakhir pengumpulan data KMS untuk tahun depan.

Tercatat pada 2014, pemegang KMS di Jogja sebanyak 20.481 keluarga. Untuk kategori rentan miskin berjumlah 10.907 keluarga, kategori miskin berjumlah 9.365 keluarga dan kategori fakir miskin berjumlah 209 keluarga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online