Naik DAMRI YIA-Jogja Cuma Rp50.000, Promo Berlaku hingga September
Promo DAMRI YIA-Jogja Rp50.000 dari tarif normal Rp80.000 diperpanjang hingga September 2026. Simak jadwal dan titik layanannya.
Seorang penghuni rumah indekos di Desa Madegondo, Grogol, Sukoharjo, sedang duduk-duduk di pintu kamarnya, Senin (11/11). Menjamurnya rumah indekos di Solo Baru butuh penataan serius.(Kurniawan/JIBI/Solopos)
Harianjogja.com, SLEMAN—Meski sempat diwarnai keributan di depan panggung, kampanye Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Lapangan Denggung, Tridadi, Sleman, Minggu (30/3/2014) berlangsung lancar. Selain menyoroti korupsi dan politik uang, PPP mengkritik banyaknya pondokan bebas di Sleman.
Kampanye partai berlambang Kabah itu dihadiri ribuan simpatisan dari seluruh DIY. Menjadi adat massa partai ini, para simpatisan banyak mengendarai motor dengan knalpot blombongan. Sekitar pukul 11.05 WIB rapat umum dimulai.
Tetapi saat Ketua DPC PPP Sleman, Farhan Hariem melakukan orasi pertama, tiba-tiba terjadi keributan massa di depan panggung utama. Farhan sempat berusaha meredakan ketegangan antarsimpatisan yang terjadi dari panggung. "PPP damai, jangan ada keributan," ujar Farhan di atas panggung.
Sejumlah Satgas kemudian menangkap beberapa pelaku kemudian dibawa menjauh dari area bentrok. Tidak jelas penyebab kericuhan yang terjadi, namun melibatkan sesama simpatisan PPP.
Dalam orasinya Farhan meminta kepada seluruh simpatisan dan kader PPP untuk bersatu menghindari adu domba antar parpol Islam. Ia optimistis sesuai hasil survei di DIY dalam pemilihan anggota legislatif mendatang akan mendapatkan masing-masing satu kursi DPRD kabupaten/kota di tiap daerah pemilihan (dapil) dan dua kursi DPRD DIY di tiap dapil.
Selain menyoroti kasus korupsi, Ketua DPD PPP DIY, Syukri Fadholi dalam orasinya mengkritik banyaknya pondokan bebas di Sleman. Banyaknya pondokan bebas, kata dia, maka bisa mengancam akhlak pemuda, karena penghuninya bebas melakukan sesuai sekehendak hati tanpa pengawasan, seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba dan miras.
Selain pondokan bebas, banyaknya tempat hiburan malam di Sleman juga harus menjadi perhatian. Tempat hiburan di Sleman sudah banyak menimbulkan kerawanan kriminalitas.
"Karena itu saya minta kepada DPRD dan Bupati Sleman untuk menertibkan pondokan bebas itu. Selain itu menjamurnya hiburan malam juga harus menjadi perhatian. Karena sama-sama dapat merusak anak muda," tegas Sukri dalam orasinya.
Sukri mengimbau kepada kadernya agar jangan terbujuk dengan politik uang dan jual beli suara. Karena itu dapat melahirkan para koruptor ulung. "Kalau dari awal sudah dengan politik uang, darimana mereka mengembalikan uang kalau tidak dengan korupsi," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Promo DAMRI YIA-Jogja Rp50.000 dari tarif normal Rp80.000 diperpanjang hingga September 2026. Simak jadwal dan titik layanannya.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 30 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Jangan mudah tergiur game cuan dan bonus besar. Simak 6 cara mengecek legalitas, keamanan data, bonus, reputasi, dan penarikan dana.
China melaju ke final AVC Continental 2026 setelah mengalahkan Iran 3-0. Tuan rumah akan menghadapi Thailand di partai puncak.
Sejarah pajak ternyata sudah ada sejak sekitar 3.000 SM di Mesir Kuno. Begini cara Firaun memungut pajak berdasarkan lahan dan hasil panen.
Ingin membeli HP bekas? Simak cara membandingkan prosesor Snapdragon, Dimensity, dan Exynos berdasarkan generasi, CPU, GPU, AI, hingga kondisi perangkat.