Abu Vulkanik Gunung Merapi Menyebar Sampai ke Wonosobo
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Ilustrasi dana pinjaman (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Pendidikan Bantul mengaku gerah dengan banyaknya warga yang meminta sumbangan biaya pendidikan ke Kepala Dinas Pendidikan maupun ke Bupati. Padahal sudah banyak bantuan pendidikan yang digelontorkan pemerintah pusat untuk warga miskin.
Banyaknya warga yang datang langsung ke Dinas Pendidikan maupun ke Bupati meminta sumbangan diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Bantul Totok Sudarto.
Menurut Totok, tiap bulan selalu saja ada warga yang mengaku miskin datang ke kantor pemerintah meminta sumbangan dengan dalih untuk biaya pendidikan anaknya.
“Kalau sebulan jelas dua-tiga itu ada yang datang, dulu lebih banyak lagi,” ungkapnya akhir pekan lalu.
Padahal saat ini sudah banyak bantuan pendidikan yang digelontorkan pemerintah pusat dan daerah untuk warga miskin.
Ia menyontohkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SD dan SMP, ada Program Keluarga Harapan (PKH), belum lagi beasiswa dari pemerintah DIY dan Kabupaten Bantul. Belakangan, ada lagi Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang merupakan satu rangkaian dengan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).
“Sekarang ini BSM itu sudah banyak yang menerima. Jangan ada yang njaluk meneh [minta sumbangan lagi], nanti kami jadi masyarakat yang peminta-minta,” tegasnya.
Apalagi bila yang meminta sumbangan alasannya untuk biaya pendidikan siswa SD dan SMP. Sebab, pemerintah paling banyak menggelontorkan bantuan untuk siswa SD dan SMP ketimbang SMA/SMK.
Ditambahkannya, sebelum BSM dicairkan pemerintah, Pemkab Bantul biasanya berinisiatif mengakomodasi permohonan sumbangan itu lewat dana bantuan sosial (bansos). Namun kini, dana bansos sudah dihapus oleh pemerintah.
“Dulu pakai bansos jadi masih bisa dilayani, sekarang sudah enggak ada lagi. Jadi tidak kami layani lagi, karena sudah di-cover BSM dan berbagai bantuan itu,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Operasi Patuh 2026 digelar 8-21 Juni dengan fokus ETLE. Pelanggaran pelat nomor dan lalu lintas jadi sasaran utama.
Garebeg Besar Jogja 2026 digelar sederhana di Keraton. Sebanyak 4.000 ubarampe dibagikan kepada abdi dalem.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini turun di semua ukuran. Simak daftar harga terbaru 28 Mei 2026.
Kebakaran gereja di Mimika Papua Tengah diduga akibat lilin tak dipadamkan. Bangunan ludes, kerugian capai ratusan juta.
Belanda umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Van Dijk jadi kapten, Depay pulih, Xavi Simons absen.