BEI Hapus Batas Rp50, Saham GOTO Bisa Turun ke Rp1
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Jika dibandingkan dengan hari libur lainnya, objek wisata Waduk Sermo sepi pengunjung, Rabu (9/4/2014). Biasanya, mulai pukul 09.00 WIB, objek wisata yang terletak di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap ini mulai ramai dipenuhi wisatawan.
Namun, berdasarkan pantauan Harian Jogja, hingga pukul 11.00 WIB belum ada satu pun wisatawan yang berkunjung ke tempat tersebut. Tidak hanya itu, loket tempat pemungutan retribusi (TPR) dalam keadaan kosong dan belum ada penjaga yang tampak satu pun. Jalan tampak lengang dan hanya warga sekitar yang berada di warung makan dekat tempat wisata tersebut.
Petugas jaga Waduk Sermo, Suparyanto, 46, memperkirakan, Waduk Sermo baru mulai ramai pada siang hari di atas pukul 13.00 WIB, mengingat sebagian besar masyarakat mengikuti pencoblosan pagi hari.
Kendati demikian, ia menilai akan terjadi penurunan jumlah wisatawan jika dibandingkan hari libur lainnya karena pengunjung baru berdatangan siang hari.
“Kalau tanggal merah kan pengunjung biasanya datang dari pagi,” katanya kepada Harian Jogja.
Menurut dia, rata-rata pengunjung pada hari libur lebih dari 400 orang, sementara jika dibandingkan dengan hari libur pemilu kemungkinan dapat berkurang hingga 50%.
Hal senada juga diutarakan, Wasikem, 50, penjual makanan yang sudah tiga tahun menempati warung di sekitar waduk Sermo. Ia membenarkan, objek wisata Waduk Sermo relatif sepi jika dibanding dengan hari libur kebanyakan.
Menurutnya, sebagian besar orang masih mengikuti pemilu sehingga tidak mungkin berkunjung pagi hari. “Mungkin nanti sore baru ramai, kalau tidak ya mungkin hari ini sama saja seperti hari kerja lainnya,” jelas dia. Wasikem, mengungkapkan, jika pengunjung padat ia dapat meraup omzet hingga Rp200.000.
Salah satu warga sekitar, Mulyono, 34, tidak menampik jika kondisi objek wisata Waduk Sermo sepi pengunjung sekalipun hari libur. “Biasanya juga sepi seperti ini hanya ramai kalau tanggal merah, tetapi mungkin ini juga masih banyak yang nyoblos jadi kalau pun ramai pada sore hari,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Lima daerah meraih Penghargaan IKD 2026 dari PII dan Kemendagri. Maluku Utara mendapat Platinum, disusul Riau, Sragen, DKI Jakarta, dan Balikpapan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyiapkan pameran khusus karya Nasirun di Galeri Nasional Indonesia sebagai penghormatan bagi sang maestro.
Muktamar ke-35 NU meminta pemerintah tidak memakai anggaran pendidikan untuk MBG mulai 2027 sesuai putusan MK.
El Nino membuat lahan semakin kering dan rentan terbakar. Pakar UMY menyebut aktivitas manusia tetap menjadi pemicu utama karhutla.
BRIN mengkaji tepung singkong untuk pemadaman karhutla. Uji skala besar disiapkan bersama Polri untuk menguji efektivitas dan teknik aplikasinya.