Baterai Seng-Yodium Bisa Ngecas 3 Menit, Tahan 60.000 Kali
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
Ada kesan mendalam menyandang status sebagai petugas perlindungan masyarakat (Linmas) di tingkat desa. Dedikasi dan pengabdian menjadi misi khusus ketika mengenakan seragam hijau-hijau ini karena tidak ada honor menggiurkan dari status jabatan sebagai pegawai Linmas. Berikut laporan Wartawan Harian Jogja, Arif Wahyudi.
Mustijo, 65, merupakan salah satu generasi yang masih setia dengan profesi sebagai Linmas. Alasannya bukan karena berseragam Linmas bisa membuatnya kerem atau menjadi terpandang.
Jauh dari kondisi itu, karena profesi Linmas saat ini semakin terpinggirkan. Justru orang saat ini merasa malu menyandang seragam hijau-hijau kebesaran Linmas. Persoalan gengsi menjadi alasan utama
Mistijo masih setia dengan profesinya hanyalah sebuah ungkapan pengabdian terhadap desa. Tidak terasa sudah 35 tahun bapak tiga anak ini kukuh dengan profesi Linmas-nya. Sudah tujuh kali Pemilu dia selalu menjadi bagian dari garda terdepan untuk mengamankan pesta demokrasi terbesar di Negeri ini.
Itulah sosok Mistijo, kakek tiga cucu yang loyal dengan profesinya. Gigi sudah mulai tanggal tidak mengurangi kegarangannya menjadi tim penjaga suasana kondusif di desa.
Nyali pemberaninya merupakan warisan didikan Linmas pada era orde baru yang konon bernama Pertahanan Sipil (Hansip). Masih ingat dalam benaknya ketika mengawali profesinya pada 1980 silam.
Saat itu dia menerima pembekalan yang super berat agar punya kekuatan fisik dan mental menjadi Hansip. Pasalnya; Hansip menjadi pelindung keamanan desa.
"Saat itu yang memberi pelatihan TNI. Jadi ya digojlok kaya tentara itu sehingga pasukan benar-benar punya kekuatan fisik dan mental," ujarnya mengenangkan saat ditemui Harian Jogja sewaktu mengamankan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Desa Ngentakrejo, Kecamatan Lendah, Rabu (9/4/2014) lalu.
Seiring perjalanan waktu, dia menjadi semakin heran. Tepatnya ketika Orde Baru telah berakhir kekuasannya. Hansip atau yang saat ini disebut Linmas tidak punya greget lagi.
Mistijo pun merasa heran dengan perekrutan anggota Linmas saat ini. Tidak adanya masyarakat yang tertarik membuat perekrutan anggota Linmas dilakukan asal-asalan yang penting ada regenerasi.
"Kalau sekarang kok Linmas itu enggak ada pembekalannya. Padahal tugasnya melindungi masyarakat. Jauh bila dibandingkan Hansip zaman dulu," paparnya.
Dia pun merasa begtu rindu untuk bisa menemui nuansa sepret yang pernah dia alami ketika masih disebut seorang Hansip. Hanya satu yang masih tersisa sebagai warisan Hansip era Orde Baru, yakni bekal bela diri yang dia dapatkam dari warisan TNI yang menggojloknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
Komisi III DPR RI merumuskan 13 jenis tindak pidana yang menjadi sasaran RUU Perampasan Aset. Simak daftar lengkapnya.
Jepang mengeluarkan peringatan khusus hujan lebat di Fukui. Sekitar 244.000 warga diminta mengambil langkah keselamatan darurat.
Prabowo membahas penyesuaian syarat rekrutmen suku Dayak pedalaman menjadi prajurit TNI dan meminta Babinsa edukasi bahaya karhutla.
Investor mengantre masuk KEK Kendal-Batang setelah lahan terpakai 100 persen. Pemerintah menyiapkan perluasan kawasan.
Harga emas Antam hari ini 30 Agustus 2026 tetap Rp2,67 juta per gram, sedangkan harga di Pegadaian turun.