30 Generasi Muda Ikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais tidak datang memenuhi undangan pemeriksaan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Gunungkidul, Senin (14/4/2014), terkait ditemukannyahttp://www.harianjogja.com/baca/2014/04/14/kasus-uang-2-karung-polres-gunungkidul-sudah-periksa-5-saksi-502367" target="_blank"> uang dua karung senilai Rp510 juta bersamaan dengan atribut PAN.
Rencananya Hanafi Rais diperiksa, Senin (14/4/2014), namun dia tidak bisa hadir karena sedang berada di luar kota. “Tadi pak Hanafi Rais sudah telepon katanya mohon maaf tidak bisa datang karena sedang ada acara,” kata Ketua Panwaslu Gunungkidul Buchori Ichsan, Senin.
Selain Hansfi Rais, rencana pemeriksaan bersamaan dengan Hanafi Rais juga adalah Caleg DPRD DIY Arif Setiadi. Namun politisi PAN tersebut juga tidak hadir dalam pemeriksaan Panwaslu.
Buchori memahami ketidakhadiran kedua caleg tersebut karena undangan pemanggilan mendadak. Untuk memudahkan proses pemeriksaan, kata Buchori, Hanafi Rais dan Arif Setiadi akan diperiksa di Bawaslu.
“Biar pemeriksaan lebih mudah dan lebih cepat maka keduanya dipanggil lagi untuk diperiksa besok di Bawaslu,” ucap Buchori.
Buchori mengungkapkan, rencana pemeriksaan Hanafi berkaitan dengan temuan uang bersamaan dengan atribut partai. Panwaslu hendak menelusuri ada kaitan temuan uang itu dengan money politic atau tidak dalam penyelenggaraan pemilu.
Ketua Bawaslu DIY Muhammad Najib saat dihubungi menyatakan, pemanggilan kedua politisi PAN itu baru sebatas klarifikasi terkait ditemukannya uang Rp510 juta bersamaan dengan dokumen PAN yang terdapat nama Hanafi Rais dan Arif Setiadi. “Kami masih proses klarifikasi, belum bisa menyampaikan lebih jauh,” ujar Najib.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.
Tiga karya budaya Sleman resmi ditetapkan sebagai WBTb nasional 2025, yakni Reog Keprajuritan, Sruntul, dan Bebek Bacem Nglengis.
Gus Rozin menghormati mekanisme AHWA dalam pemilihan Ketum PBNU dan mengajak warga NU menjaga persatuan setelah keputusan Muktamar ke-35.
Komisi III DPR RI merumuskan 13 jenis tindak pidana yang menjadi sasaran RUU Perampasan Aset. Simak daftar lengkapnya.