Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemilu 2014 mampu mengantarkan sejumlah kepala desa (Kades) di Kulonprogo melenggang ke kursi DPRD Kabupaten. Dari 21 Kades yang semula bertekad maju dalam Pemilu, berhasil mendongkrak potensi tujuh Kades dalam perolehan suara.
Ketujuh Kades tersebut berpotensi besar menduduki kursi DPRD Kulonprogo karena mendulang banyak suara dari partai yang mengusungnya.
Awalnya dulu sewaktu pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) ada 22 Kades yang memantapkan langkah menjadi calon legislator (Caleg), tapi tak berselang lama ada satu Caleg dari kalangan Kades yang gugur karena tersangkut kasus pidana. Caleg tersebut yakni Kades Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Murdani Saputra.
PDI Perjuangan menjadi partai yang memiliki Caleg paling banyak dari kalangan Kades. Ada 11 Kades yang menggunakan partai berlmbang banteng ini menjadi kendaraan politik untuk menuju kursi dewan tingkat kabupaten. Dari 11 Kades yang Nyaleg lewat PDIP, lima di antaranya berhasil mendulang dominasi perolehan suara dan berpeluang besar melenggang ke gedung dewan.
Lima mantan Kades yang berhasil meraup suara besar dari PDIP tersebut yakni Kades Ngestiharjo, Kecamatan Wates Aris Syariffudin, Kades Bugel, Kecamatan Panjatan Edy Priyono, Kades Hargomulyo, Kecamatan Kokap Sugiyanto, Kades Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh Keksi Wuryaningsih dan eks Kades Jatirejo, Kecamatan Lendah Ridwan.
Wakil Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) internal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kulonprogo, Joyo mengungkapkan, partainya sengaja menjaring para Kades sebagai figur Caleg. Alasannya tentu saja Kades punya pengaruh yang besar dalam masyarakat dan terbukti mampu mengendalikan roda pemerintahan.
"Tapi juga kami tidak asal-asalan dalam perekrutan Caleg dari Kades. Kami melakukan penyaringan betul mengenai kelayakannya dalam berpolitik," ujarnya, Senin (15/4/2014).
Sementara dua Kades, masing-masing dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Golkar juga ikut menjadi figur terdepan tingkat desa yang siap menuju kursi wakil rakyat.
Dua mantan Kades tersebut yakni, Kades Kaliagung, Kecamatan Sentolo Sasmito Hadi yang berjuang dari Golkar. Terakhir Kades Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh Budi Utomo yang diusung PAN.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Yusril meminta warga tak terprovokasi kasus Bambang dan Faturrohman yang menjadi korban kekerasan usai demo 27 Agustus.
Hasil uji Puslitkoka menunjukkan sampel kopi Magelang meraih skor di atas 83. Produksi tahun ini sedikit menurun akibat faktor cuaca.
Gelora Seni 17-an di Lemahdadi Bantul menghadirkan pertunjukan lintas generasi, dari tari hingga Jathilan, dalam HUT ke-81 RI.
BTN memperkuat penyaluran FLPP di Jambi dengan mendorong rumah subsidi berkualitas dan tingkat keterhunian yang mencapai 95,07%.
Kelok 23 JJLS Gunungkidul-Bantul hampir rampung dan bakal dilengkapi tiga gardu pandang untuk menikmati panorama Laut Selatan.