SIM Kulonprogo Sabtu 29 Agustus 2026, Malam Hari di Depan Pemkab
Jadwal SIM Kulonprogo 29 Agustus 2026 tersedia di Satpas, MPP, hingga layanan malam. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang warga warga Dusun Pugeran, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sleman berinisial SP, 37, meninggal dunia setelah menenggak minuman fermentasi, Minggu (20/4/2014). Korban diduga keracunan akibat minuman tersebut.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, korban membeli minuman fermentasi itu pada Rabu (16/4/2014) pekan lalu di sebuah warung di kawasan Bulaksumur, Depok.
Korban membeli karena disuruh oleh temannya yang sama-sama bekerja di kawasan Bulaksumur. Korban membeli dua botol minuman fermentasi ukuran 600 mililiter. Selanjutnya satu botol diserahkan kepada temannya, dan satu lagi dibawa pulang ke rumah.
Pada Kamis (17/4/2014), korban meminum minuman itu, tetapi keesokan hari tepatnya Jumat (18/4/2014) korban tiba-tiba pingsan. Oleh keluarganya, SP kemudian dibawa ke RS Condongcatur, Sleman, guna mendapatkan pertolongan medis dan dirujuk ke Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Tetapi jiwanya tak tertolong. SP meninggal pada Minggu (20/4/2014) pukul 13.00 WIB. Berdasarkan analisa medis, korban diduga mengalami intoksikasi atau keracunan alkohol. Polres Sleman kemudian turut andil dalam menyelidiki kasus itu karena dikhawatirkan ada korban lain yang ikut membeli.
Kapolres Sleman, AKBP Ihsan Amin menjelaskan, terkait penyebab kematian korban pihaknya belum bisa memastikan sepenuhnya apakah terkait dengan minuman fermentasi itu. Tetapi, berdasarkan analisa penyelidikan memang korban usai minuman tersebut.
Tak hanya itu, didukung pula dengan analisa medis dari dokter kepolisian yang berkoordinasi dengan dokter pihak rumah sakit yang merawat bahwa penyebabnya karena keracunan alkohol. "Itu sejenis minuman fermentasi seperti tape, tapi masih kami dalami," kata Ihsan, Senin (21/4/2014).
Menurutnya, pendalaman kasus itu perlu dilakukan mengingat teman korban yang juga ikut minum sampai saat ini sehat. Selain itu korban sempat dirawat di rumah sakit selama dua hari.
"Teman korban yang juga minum minuman sejenis tidak apa-apa. Kami kesulitan karena pihak keluarga tidak mau mempermasalahkan kasus ini," ujarnya.
Terpisah, Dokter Urusan Kesehatan Polres Sleman, Rini, membenarkan jika korban meninggal akibat keracunan alkohol dalam kadar yang cukup tinggi.
Meski demikian ia belum bisa memastikan apakah penyebabnya minuman fermentasi itu. "Iya [akibat keracunan], alkohol tinggi," urai dia melalui pesan singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Kulonprogo 29 Agustus 2026 tersedia di Satpas, MPP, hingga layanan malam. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
BGN meminta mitra melaporkan oknum yang meminta uang untuk operasional SPPG dan menegaskan kepala SPPG wajib hadir sejak pukul 02.00.
Sebanyak 21 siswa SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, belajar mengolah kentang krispi sekaligus memahami sanitasi dan keamanan pangan.
Kuota LPG 3 kg 2026 berpotensi jebol. DEN meminta pengawasan distribusi dan pembinaan pangkalan diperketat agar subsidi tepat sasaran.
Lima anggota TNI diserang massa di Sarolangun, Jambi. Danrem 042/Garuda Putih memastikan pelaku diproses sesuai hukum.
Kekeringan Kulonprogo masih berlangsung. Sebanyak 630.000 liter air telah disalurkan untuk warga di lima kapanewon terdampak.