Cek Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 12 Juli 2026, Tarif Tetap Rp8.000
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 12 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Simak jam keberangkatan dan tarif tetap Rp8.000.
Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang warga warga Dusun Pugeran, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sleman berinisial SP, 37, meninggal dunia setelah menenggak minuman fermentasi, Minggu (20/4/2014). Korban diduga keracunan akibat minuman tersebut.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, korban membeli minuman fermentasi itu pada Rabu (16/4/2014) pekan lalu di sebuah warung di kawasan Bulaksumur, Depok.
Korban membeli karena disuruh oleh temannya yang sama-sama bekerja di kawasan Bulaksumur. Korban membeli dua botol minuman fermentasi ukuran 600 mililiter. Selanjutnya satu botol diserahkan kepada temannya, dan satu lagi dibawa pulang ke rumah.
Pada Kamis (17/4/2014), korban meminum minuman itu, tetapi keesokan hari tepatnya Jumat (18/4/2014) korban tiba-tiba pingsan. Oleh keluarganya, SP kemudian dibawa ke RS Condongcatur, Sleman, guna mendapatkan pertolongan medis dan dirujuk ke Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Tetapi jiwanya tak tertolong. SP meninggal pada Minggu (20/4/2014) pukul 13.00 WIB. Berdasarkan analisa medis, korban diduga mengalami intoksikasi atau keracunan alkohol. Polres Sleman kemudian turut andil dalam menyelidiki kasus itu karena dikhawatirkan ada korban lain yang ikut membeli.
Kapolres Sleman, AKBP Ihsan Amin menjelaskan, terkait penyebab kematian korban pihaknya belum bisa memastikan sepenuhnya apakah terkait dengan minuman fermentasi itu. Tetapi, berdasarkan analisa penyelidikan memang korban usai minuman tersebut.
Tak hanya itu, didukung pula dengan analisa medis dari dokter kepolisian yang berkoordinasi dengan dokter pihak rumah sakit yang merawat bahwa penyebabnya karena keracunan alkohol. "Itu sejenis minuman fermentasi seperti tape, tapi masih kami dalami," kata Ihsan, Senin (21/4/2014).
Menurutnya, pendalaman kasus itu perlu dilakukan mengingat teman korban yang juga ikut minum sampai saat ini sehat. Selain itu korban sempat dirawat di rumah sakit selama dua hari.
"Teman korban yang juga minum minuman sejenis tidak apa-apa. Kami kesulitan karena pihak keluarga tidak mau mempermasalahkan kasus ini," ujarnya.
Terpisah, Dokter Urusan Kesehatan Polres Sleman, Rini, membenarkan jika korban meninggal akibat keracunan alkohol dalam kadar yang cukup tinggi.
Meski demikian ia belum bisa memastikan apakah penyebabnya minuman fermentasi itu. "Iya [akibat keracunan], alkohol tinggi," urai dia melalui pesan singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 12 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Simak jam keberangkatan dan tarif tetap Rp8.000.
Super El Nino diperkirakan memicu lonjakan harga pangan global hingga 2028. Pemerintah Indonesia menyiapkan cadangan pangan untuk antisipas
Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru menggelar Kotabaru Run 2026 untuk menyambut perayaan 100 tahun dengan semangat toleransi dan kebersamaan.
Gempa M4,1 mengguncang Jembrana, Bali, Senin malam. BMKG menyatakan gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Pemda DIY menyambut positif pernyataan KPK soal Mandala Krida, namun masih menunggu kepastian tertulis sebelum melanjutkan pembenahan stadion.
Kejagung memastikan tersangka Febrie Adriansyah masih berada di Indonesia, telah dicekal, dan bersikap kooperatif dalam proses hukum.