Gempa NTT 7,7 M: BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Layanan di Puskesmas Lendah I Kabupaten Kulonprogo terganggu karena tempat penampungan limbah diduga penuh sehingga air merembes keluar dan menimbulkan bau tak sedap.
Tidak hanya itu rembesan air limbah juga masuk ke ruangan poli gigi dan menghambat layanan pada pasien gigi. Data yang dihimpun, dalam satu hari Puskesmas Lendah I dapat melayani lebih dari 70 pasien.
Staf keuangan puskesmas Lendah I, Dasiman, membenarkan, sudah satu bulan terakhir air limbah merembes keluar dan mengganggu kenyamanan. Kendati demikian, ia belum dapat memastikan penyebab air limbah merembes.
“Bisa jadi karena tempat penampungan limbahnya penuh,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (22/4/2014).
Penampungan air limbah puskesmas itu sudah dibangun sejak Maret 2009 dan belum pernah bermasalah. Dasiman juga tidak mengetahui jenis air limbah yang merembes keluar karena terdapat beberapa kemungkinan, antara lain, limbah medis, limbah rumah tangga puskesmas, atau limbah air cuci tangan.
Persoalan ini juga sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kulonprogo dan kabarnya akan ditindaklanjuti, tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan.
Staf kepegawaian Puskesmas Lendah I, Rubimin, mengungkapkan, aktivitas layanan cabut dan tambal di poli gigi harus pindah ke ruangan lain karena rembesan air mengganggu kenyamanan. Namun, kata dia, tidak setiap hari air limbah luber keluar, hanya di saat-saat tertentu. “Biasanya setelah hujan deras,” kata Rubimin.
Dijelaskannya, pembangunan tempat penampungan limbah dilakukan oleh pemborong dari luar, sehingga puskesmas tidak mengetahui secara pasti struktur bangunannya.“Sejak lima tahun dibangun tempat penampungan limbah baru kali ini sampai merembes keluar, kami tidak tahu apakah memang sudah penuh atau ada yang rusak,” urainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Empat chef jaringan Accor berkolaborasi menghadirkan A Taste of Java di The Phoenix Hotel Jogja pada 29–30 Agustus 2026.
Kevin Warsh menyoroti dampak AI terhadap ekonomi AS, sementara inflasi masih jauh di atas target The Fed sebesar 2 persen.
Nepal mendesak TikTok dan Meta menghapus konten AI palsu, video lama, serta QR donasi palsu terkait banjir bandang.
Gus Yahya meminta massa aksi di Muktamar NU ke-35 tetap tenang dan tidak mengganggu persidangan. Ia juga bicara soal Gus Yusuf.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 diprediksi 5,3-5,6 persen. GREAT Institute menyebut investasi dan kepercayaan menjadi kunci.