13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata, Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, KULONPROGO-Sesosok mayat laki-laki yang diduga korban pembunuhan, ditemukan membusuk di dekat makam Satreyan, Pedukuhan Kenaran, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo, Minggu (27/4/2014) pagi.
Korban yang diperkirakan berusia 30-an tahun tersebut dalam kondisi terlentang dengan mata dan mulut tertutup slayer hitam. Selain itu juga terdapat luka di leher yang sudah dipenuhi lalat dan belatung. Jasad yang belum diketahui identitasnya tersebut menggunakan kaos hitam, jeans biru, dan sandal gunung berwarna hitam.
Tukimin, 48, warga Kenaran, menuturkan, sekitar pukul 07.00 WIB ia berjalan kaki dari rumahnya hendak mengambil semen di sebuah bangunan yang berjarak sekitar 150 meter dari rumahnya. Rencananya, semen tersebut akan digunakan untuk gotong royong perbaikan jalan.
Dari jarak sekitar 80 meter sebelum bangunan tempat penyimpanan semen, ia mencium bau busuk yang menyengat. Sesampainya di jalan tanjakan, ia melihat sesosok jasad tergolek di semak-semak. "Saya tidak jadi ambil semen, tetapi langsung balik arah untuk lapor ke dukuh," jelasnya.
Dukuh Kenaran, Sriyono, 52, mengungkapkan, kemungkinan korban bukanlah warganya karena sejauh ini belum ada laporan warga hilang. Diakuinya, lokasi penemuan mayat sepi dan jarang dilewati orang.
Setelah mendapat laporan dari warga terkait penemuan mayat, ia segera mengecek ke tempat ditemukannya mayat itu. "Saya cek ke TKP [Tempat Kejadian Perkara] dan lapor polisi," tukasnya.
Kapolsek Kalibawang, Kompol Susilo, menuturkan, kasus ini masih dalam penyelidikan dan mayat akan diautopsi di RSUP Sardjito Jogja. "Hasilnya masih menunggu," ujarnya.
Dari hasil olah TKP sementara, diperkirakan mayat tersebut sudah berumur tiga sampai empat hari. Kapolsek juga menyatakan tidak menutup kemungkinan korban merupakan korban pembunuhan berdasarkan keberadaan jasad saat ditemukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Gempa besar di Venezuela diperkirakan berdampak pada 6,7 juta orang. Kerusakan meluas, jutaan warga berpotensi mengungsi.
AirAsia hentikan rute langsung Jakarta–Singapura mulai Juli 2026. Penumpang harus transit dan waktu tempuh bisa lebih dari 10 jam.
Pemkab Gunungkidul kaji listrik tenaga surya untuk antisipasi mati lampu, PLTS di Puskesmas Paliyan terbukti hemat hingga 50%.
Momen haru Soekarno Run 2026 Solo, Ahmad Luthfi dorong putranya di ajang lari, kirim pesan kuat tentang inklusivitas.
Prabowo targetkan BUMN tinggal 250 perusahaan tanpa PHK. Perampingan berpotensi hemat hingga Rp50 triliun per tahun.