PUTUS SEKOLAH : Duh, Di Gunungkidul 263 Anak Tak Lagi Sekolah

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jum'at, 02 Mei 2014 18:58 WIB
PUTUS SEKOLAH : Duh, Di Gunungkidul 263 Anak Tak Lagi Sekolah

Bisnis/Paulus Tandi Bone KETERBATASAN KELAS Siswa kelas 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satap 10 Desa Sipaenre, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan belajar diluar sekolah, Jumat (28/3). Siswa kelas 1 terpaksa belajar dengan kelas darurat akibat sekolah tersebut hanya memiliki dua bangunan kelas yang juga merangkap sebagai kantor sekolah.

Harianjogja.com, WONOSARI-Sebanyak 263 anak usia sekolah di Gunungkidul putus sekolah selama periode 2013-2014. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul mengaku berupaya maksimal mengentaskan masalah tersebut.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Bahron Rosyid untuk angka putus sekolah tingkat SD/MI mencapai 0.07% atau 40 anak dari 56.727 siswa. Angka putus sekolah tingkat SMP mencapai 0,05 % atau 76 anak dari 30.768 siswa.

“Untuk SMA/MA/SMK tingkat putus sekolah mencapai 0,61 % atau 147 anak dari 24.001 siswa,” tutur dia kepada Harian Jogja, Jumat (5/2).

Kepala Disdikpora Gunungkidul Sudodo menuturkan angka tersebut tergolong kecil. Namun dinas akan terus mengupayakan cara untuk mengurangi angka tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online