Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memastikan rencana pembangunan hotel dan ruang pertemuan di komplek Pasar Seni Gabusan (PSG) tidak akan menggusur para pedagang produk kerajinan dan kuliner yang saat ini beroperasi di sana.
Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul, Sulistyanta menyatakan pembangunan hotel dan ruang pertemuan menggunakan lahan yang masih kosong alias tidak mengganggu kios para pedagang produk kerajinan yang sudah ada saat ini.
“Paling yang akan dibangun ulang dan dipindah adalah kios kuliner, posisinya diletakan di dekat koridor, jadi tidak akan digusur,” terang Sulistyanta, Selasa (6/5/2014).
Pengembangan PSG dengan menggandeng investor untuk pembangunan hotel dan meeting room itu, menurut dia, justru untuk mendongkrak penjualan produk kerajinan Bantul yang dipamerkan di PSG. Pemerintah akan memasang target memajuan PSG setelah hotel berdiri. Sementara orientasi utama pembangunan PSG ialah penjualan produk kerajinan, bukan hotel.
Sulistyanta mengklaim pihaknya telah menyosialisasikan rencana pengembangan PSG ke seluruh pedagang. Saat ini ada sekitar 160-an pedagang yang mengisi PSG. Sejauh ini kata dia, tidak ada komplain dari para pedagang. Mereka justru diklaim sangat terbantu dengan rencana pengembangan PSG tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Penataan sempadan Sungai Lowanu Jogja dipercepat untuk mencegah longsor sekaligus mendukung wisata kuliner yang aman.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.