Kemenhan Beri Santunan Rp50 Juta untuk Korban Latsarmil SPPI
Kemenhan beri santunan Rp50 juta bagi peserta SPPI yang meninggal, sekaligus evaluasi total sistem latihan militer.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Di tengah momentum ujian akhir nasional (UAN) tingkat sekolah menengah pertama, ada pemandangan lain di SD Jlaban, kecamatan Sentolo. Di lokasi ini, peserta ujian usia lanjut tetap antusias mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK).
Ada 25 peserta yang mengikuti ujian ini. Sebagian besar merupakan ibu rumah tangga berusia di atas 40 tahun. Bagi mereka pendidikan hak siapa saja, termasuk mereka yang memiliki tekad untuk menuntut ilmu.
Tak satupun tampak berseragam ataupun bersepatu, namun keseriusan mengerjakan soal-soal yang diujikan tak mengendurkan tekad mereka.
Bahkan di antara mereka yang berstatus ibu rumah tangga, tampak ditemani anak-anak mereka, salah satunya Wijiati, 35. Perempuan berambut panjang ini membawa serta anak laki-lakinya di ruang ujian.
"Anak kebetulan lagi sakit, jadi terpaksa saya bawa kemari karena tidak ada yang jaga," ujar Wijiati ditemui disela-sela ujian.
Air mukanya tampak serius mengerjakan soal Bahasa Inggris di hari terakhir ujian ini. Meski sesekali sang anak tampak merajuk, namun Wijiati tetap melaksanakan perannya sebagai ibu. Untung, kelonggaran dari panitia pengawas ujian tak membatasi ruang geraknya untuk melayani keinginan buah hatinya.
"Repot iya, karena sejak kemarin anak saya sakit perut dan demam. Kalau lulus nanti, paling tidak ijazahnya bisa saya buat lamar kerja," ungkap Wijati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenhan beri santunan Rp50 juta bagi peserta SPPI yang meninggal, sekaligus evaluasi total sistem latihan militer.
Kemkomdigi ungkap spam judi online naik 128 persen dan banyak menyasar akun influencer daerah di media sosial.
Embarkasi haji YIA Kulonprogo sukses menyelesaikan operasional perdana, Kemenhaj DIY siap tampung kuota tambahan jemaah.
Jerman dan Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026 lewat adu penalti, menegaskan bahwa dominasi bola tak menjamin kemenangan.
Pelepasan ini menandai dimulainya Program Beasiswa Internal Jenjang Magister Luar Negeri Batch IV Tahun 2026.
Jisoo BLACKPINK dinobatkan sebagai wajah tercantik K-pop versi THE TOP100 sekaligus memperkuat pengaruh globalnya.