DUNIA PENDIDIKAN : Indonesia-Malaysia Buat Kamus Bahasa Nusantara

Uli Febriarni
Uli Febriarni Minggu, 11 Mei 2014 12:45 WIB
DUNIA PENDIDIKAN : Indonesia-Malaysia Buat Kamus Bahasa Nusantara

Harianjogja.com, JOGJA-Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) Jogja dan Fakulti Bahasa Moden dan Komunikasi Universitas Putra Malaysia (FBMK UPM), menjalin kerja sama dalam bentuk penyusunan kamus komunikatif bahasa nusantara.

"Meskipun sama-sama memiliki akar Melayu, tapi menjadi kurang komunikatif. Karena perbedaan makna yang terkadang membuat salah paham. Belum lagi, penggunaan bahasa Inggris belum cukup membantu," ujar Mahyudin Al Mudra, pendiri dan penggiat BKPBM Jogja, Sabtu (10/5/2014).

Apalagi, sambung pria yang akrab dipanggil Bang Mam ini, masing-masing bahasa yang digunakan di kedua negara mendapatkan serapan dari bahasa milik bangsa penjajah.

"Indonesia, banyak mendapat kata serapan dari bahasa Belanda, sedangkan Malaysia, banyak mendapat serapan dari Inggris," lanjutnya.

Di sisi lain, mengenalkan bahasa milik masing-masing negara, yakni Indonesia dan Malaysia, diyakini bisa menjadi cara menjembatani keeratan hubungan antar kedua negara tersebut. Dalam kegiatan ini, mahasiswa yang merupakan perwakilan dari UGM, UIN Sunan Kalijaga berdiskusi bersama mahasiswa S2 dan S3 dari FBMK UPM.

"Mereka membaca, mengutip kata-kata yang tak dipahami dalam surat kabar, lalu ditafsirkan masing-masing. Jadi, mahasiswa Indonesia membaca surat kabar Malaysia, begitu juga mahasiswa Malaysia, membaca surat kabar Indonesia," papar Mohd. Sharifudin Yusop, guru besar dari FBMK UPM.

Di akhir diskusi, mereka diwajibkan mengumpulkan minimal 100 kosakata. Baik kosakata Indonesia yang ditafsirkan dalam bahasa Malaysia, atau sebaliknya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online