Gelombang Besar Pantai Selatan, Tim SAR Siaga

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Selasa, 13 Mei 2014 09:20 WIB
Gelombang Besar Pantai Selatan, Tim SAR Siaga

WASPADA GELOMBANG TINGGI YOGYAKARTA Sebuah perahu nelayan mencoba berlabuh usai mencari ikan di Pantai Glagah, Kulon Progo, Yogyakarta, Selasa (24/12). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menghimbau wisatawan yang berniat mengunjungi pantai di DIY khususnya pada libur Natal dan Tahun Baru untuk mewaspadai gelombang tinggi laut selatan yang diperkirakan mencapai lebih dari 3 meter. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Koz/nz/13.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim Search And Rescue (SAR) Satlinmas Korwil II bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Gunungkidul menyiagakan personel di posko dalam siaga gelombang besar, mulai Senin (12/5/2014) malam.

Wakil Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Sukamto menuturkan mulai Senin malam gelombang mencapai ketinggian 15 kaki atau sekitar 4,5 meter. Tim SAR Satlinmas memanfaatkan website stormsurf.com untuk memantau perubahan gelombang.

“Jika dilihat dari grafiknya, mulai Senin sekitar pukul 23.00 WIB sudah ada peningkatan gelombang. Puncaknya diperkirakan terjadi Selasa pukul 18.00 WIB,” tutur dia, Senin (12/5/2014).

Mulai Senin malam, SAR Satlinmas Korwil II bersama PMI Gunungkidul akan berjaga di Posko SAR Baron. Selain itu, sosialisasi kepada nelayan langsung diberikan begitu akan ada perubahan gelombang.

“Kami sudah sosialisasikan pada Minggu kepada nelayan. Sehari kami beri pengumuman dua kali,” tutur dia.

Nelayan langsung menyambut pengumuman itu. Setelah pengunjung sepi, para nelayan mulai menaikkan kapalnya ke lokasi yang lebih jauh dari bibir pantai.

“Tujuannya agar kapal mereka tidak rusak. Itu merupakan salah satu langkah antisipasi yang kami lakukan,” tutur Koordinator SAR Korwil II Marjono.

Gelombang dengan tinggi hingga 4,5 meter di pantai selatan tergolong biasa. Namun jika tidak diikuti langkah antisipasi, kerusakan kapal nelayan bisa banyak terjadi. Selain itu, wisatawan juga diimbau hati-hati. Biasanya, tim SAR akan semakin ketat mengawasi.

Gelombang setinggi 15  kaki terakhir kali terjadi pada Minggu (20/4) lalu. Gelombang besar itu membuat tanggul di Pantai Pok Tunggal ambrol. Selain itu, setidaknya empat warung di tepi pantai Baron, terendam.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online