NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Harian Jogja/Gigih M. Hanafi Ratusan abdi dalem antre untuk mendapatkan buku tabungan di Bangsal Magangan, Kraton Ngayogyakarta, Selasa (13/5).
Harianjogja.com, JOGJA- Pembagian buku rekening tabungan pencairan honor abdi dalem di Pendopo Magangan, Kraton Ngayogyakarta, Selasa (13/5/2014) memberi pengalaman bagi para abdi dalem.
Mas Penewu Surakso, juru kunci Makam Kyai Ageng Giring, Sodo, Paliyan, Gunungkidul mengaku telah datang pagi sekitar pukul 08.30 WIB bersama satu rekannya dengan harapan bisa mendapatkan nomor antrean kecil.
Tapi ia justru mendapatkan nomor urut 317. Hingga sebelum tengah siang, ia belum juga mendapatkan giliran.
Nasib sama dialami Lurah Atmotrenggono, Abdi Dalem Punakawan. Ia memilih tak pulang dari tugas jaga regol pada malam hari. Begitu pembagian dimulai, ia langsung duduk depan, tapi tetap saja ia mendapatkan nomor 88.
Hal itu, menurut dia, karena tidak wajarnya pembagian nomor antrean. Nomor itu dibagikan memanjang ke belakang, padahal mereka yang datang pertama duduk berderet memanjang ke samping. “Sehingga yang datang lebih lambat justru bisa mendapatkan nomor antrean dengan nomor kecil,” keluhnya.
Baik Surakso maupun Atmotrenggono pada penerimaan honor danais tahun lalu mendapatkan sebesar Rp400.000 per bulan. Begitu mendapatkannya tahun lalu, Surakso langsung mengajak anak cucunya berwisata.
Ia menjadi juru kunci sejak 1967 meneruskan orangtuanya. Sebelum mendapatkan honor danais, pendapatannya sebagai juru kunci didapatnya dari paringan dalem Rp30.000 per bulan. Ia mengambilnya sekali setahun ketika Grebeg Maulud.
“Dengan buku tabungan sebetulnya lebih leluasa karena tidak harus ke sini, tapi lebih baik kalau per kawedanan, tidak menumpuk seperti ini,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan mereka yang tidak mendapatkan antrean diminta berganti hari, sementara abdi dalem yang honornya di bawah Rp300.000 per bulan juga kecele.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.