PESISIR SELATAN RUSAK : 24 Hektare Hutan Pantai Selatan Musnah Karena Tambak

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Kamis, 15 Mei 2014 09:30 WIB
PESISIR SELATAN RUSAK : 24 Hektare Hutan Pantai Selatan Musnah Karena Tambak

ALIH FUNGSI LAHAN Sejumlah warga menyelesaikan pembuatan tambak udang di Pantai Kuwaru, Bantul, Yogyakarta, Senin (3/3). Bisnis tambak udang yang menjanjikan peluang keuntungan yang besar membuat petani di kawasan tersebut beralih profesi menjadi petambak dan mengubah lahan pertanian di kawasan pesisir pantai selatan menjadi tambak udang untuk memajukan ekonomi setempat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Harianjogja.com, BANTUL- Sebanyak 24 hektare hutan di pesisir Selatan Bantul kini dibabat habis untuk tambak udang. Adapun menghijaukan kembali area tersebut membutuhkan waktu delapan tahun.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Partogi Dame Pakpahan menyebutkan pesisir selatan Bantul mulanya ditutupi hutan cemara udang dan sejumlah pohon lain seperti akasia. Penghijauan lahan pesisir itu dimulai sejak awal 2000-an.

"Dahulu di sini lahannya gersang, tidak bisa ditanami karena paparan uap air laut," kata Partogi, Selasa (13/5/2014).

Pohon-pohon tersebut menjadi penghalang angin air laut yang membawa garam sehingga lahan pertanian dapat terlindungi. Sejak wilayah ini menjadi hijau, kawasan pesisir berubah menjadi sentra hortikultura seperti bawang merah dan cabai. Keuntungan dari budidaya hortikultura ini diklaim dua kali lebih tinggi dibanding budidaya tanaman pangan di sawah seperti padi. Pepohonan hijau juga dapat menjadi penahan abrasi meski, tidak maksimal.

"Butuh waktu lama untuk kembali hijau, tiga hingga lima tahun itu untuk menjamin pohon itu tumbuh. Tapi kalau untuk mencapai tinggi seperti sekarang sampai delapan tahun," lanjutnya.

Pemkab Bantul kini menghentikan sementara pembukaan tambak baru. Tambak yang beroperasi hanya yang sudah terlanjur dibuka. Pemkab, akan menata kembali keberadaan tambak tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Bambang Legowo menyatakan musnahnya hutan di pesisir Selatan juga berdampak negatif bagi perkembangan wisata pantai di Bantul karena pesisir hijau selama ini menjadi pemikat wisatawan. Namun ia mengaku belum menghitung penurunan kunjungan wisatawan ke sejumlah pantai seperti Kuwaru yang kini banyak digunakan untuk lokasi tambak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis