Tiga Pemuda Ngawi Ditahan dalam Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polres Ngawi menahan tiga tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap dua anak di bawah umur. Polisi menegaskan perlindungan korban menjadi prioritas.
Harianjogja.com, BANTUL-Ketenaran idola, seperti JKT48 trenyata tidak hanya diminati remaja putri, tetapi juga laki-laki. Perubahan ini menjadi gambaran gaya hidup penggemar yang tidak ingin ketinggalan zaman.
Fans JKT48, Alfian Hidayat, 21, mengaku sudah beberapa kali mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan JKT48. Ia mengatakan beberapa kali lolos undian untuk datang langsung ke Teater, sebuah gedung pertunjukan khusus JKT48, yang berada di FX Mall Jakarta. Selain itu Alfian juga empat kali datang ke konser yang digelar di Jogja.
Alfian mengatakan dirinya memiliki berbagai Swag, berupa adalah dua album photopack yang dikumpulkannya sejak JKT48 pertama kali terbentuk. Meski memiliki koleksi yang cukup banyak, Alfian memastikan dirinya tak pernah membeli foto secara satuan. Seluruh koleksinya didapatkan dengan membeli photopack tiap kali dirinya berkesempatan datang ke Teater JKT48. Ia pun mengaku tak pernah memaksakan membeli bila tak memiliki kelebihan uang di dompetnya.
“Belinya kalau pas ke sana saja dan saya juga ada yang masuk barang langka,” ujarnya sembari memamerkan koleksinya.
Sosiolog UGM, M. Najib Azca mengatakan fenomena budaya pop saat ini mempengaruhi kehidupan remaja sehingga mereka mengidolakan ikon-ikon dalam budaya yang tengah berkembang, salah satunya JKT48. Karena menjadi begitu tenarnya, gaya hidup fans kemudian berubah menjadi sebuah status. Seseorang bisa dianggap ketinggalan bila tidak mengidolakan sosok yang sama.
Hal ini pula yang dapat memicu para fans untuk berlomba menjadi fans yang lebih dibandingkan dengan yang lainnya. Salah satunya diwujudkan dengan banyaknya acara yang didatangi atau jumlah pernak-pernik yang dikoleksi.
Psikolog UGM, Rahmat Hidayat memiliki pandangannya sendiri. Ia menganggap ada fenomena menarik dalam fanatisme fans JKT48. Umumnya, dalam mengidolakan suatu sosok remaja lelaki cenderung akan mengarah pada sosok yang gagah dan heroik seperti sosok superhero. Namun dalam hal ini muncul keunikan ketika remaja laki-laki yang sebagian besar merupakan remaja awal dan remaja tengah justru mengidolakan sosok yang manis dan imut-imut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Ngawi menahan tiga tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap dua anak di bawah umur. Polisi menegaskan perlindungan korban menjadi prioritas.
Korlantas Polri menegaskan informasi aturan baru denda ban gundul Rp250.000 adalah hoaks. Sanksi tersebut sudah diatur dalam UU LLAJ.
Febri Diansyah mengungkap alasan menerima penunjukan sebagai kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menegaskan fokus pada pembelaan hukum klien.
Sebanyak 20 kalurahan di Bantul menerima program budi daya ikan tematik dari KKP dengan pembangunan sedikitnya 20 kolam ikan di tiap kalurahan.
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.