IPK di Bawah 3, Mahasiswa Penerima Beasiswa Sukoharjo Terancam Gugur
Dua penerima beasiswa Sukoharjo terancam gugur karena IPK rendah. Pemkab longgarkan syarat seleksi 2026.
Harianjogja.com, BANTUL-Ketenaran idola, seperti JKT48 trenyata tidak hanya diminati remaja putri, tetapi juga laki-laki. Perubahan ini menjadi gambaran gaya hidup penggemar yang tidak ingin ketinggalan zaman.
Fans JKT48, Alfian Hidayat, 21, mengaku sudah beberapa kali mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan JKT48. Ia mengatakan beberapa kali lolos undian untuk datang langsung ke Teater, sebuah gedung pertunjukan khusus JKT48, yang berada di FX Mall Jakarta. Selain itu Alfian juga empat kali datang ke konser yang digelar di Jogja.
Alfian mengatakan dirinya memiliki berbagai Swag, berupa adalah dua album photopack yang dikumpulkannya sejak JKT48 pertama kali terbentuk. Meski memiliki koleksi yang cukup banyak, Alfian memastikan dirinya tak pernah membeli foto secara satuan. Seluruh koleksinya didapatkan dengan membeli photopack tiap kali dirinya berkesempatan datang ke Teater JKT48. Ia pun mengaku tak pernah memaksakan membeli bila tak memiliki kelebihan uang di dompetnya.
“Belinya kalau pas ke sana saja dan saya juga ada yang masuk barang langka,” ujarnya sembari memamerkan koleksinya.
Sosiolog UGM, M. Najib Azca mengatakan fenomena budaya pop saat ini mempengaruhi kehidupan remaja sehingga mereka mengidolakan ikon-ikon dalam budaya yang tengah berkembang, salah satunya JKT48. Karena menjadi begitu tenarnya, gaya hidup fans kemudian berubah menjadi sebuah status. Seseorang bisa dianggap ketinggalan bila tidak mengidolakan sosok yang sama.
Hal ini pula yang dapat memicu para fans untuk berlomba menjadi fans yang lebih dibandingkan dengan yang lainnya. Salah satunya diwujudkan dengan banyaknya acara yang didatangi atau jumlah pernak-pernik yang dikoleksi.
Psikolog UGM, Rahmat Hidayat memiliki pandangannya sendiri. Ia menganggap ada fenomena menarik dalam fanatisme fans JKT48. Umumnya, dalam mengidolakan suatu sosok remaja lelaki cenderung akan mengarah pada sosok yang gagah dan heroik seperti sosok superhero. Namun dalam hal ini muncul keunikan ketika remaja laki-laki yang sebagian besar merupakan remaja awal dan remaja tengah justru mengidolakan sosok yang manis dan imut-imut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua penerima beasiswa Sukoharjo terancam gugur karena IPK rendah. Pemkab longgarkan syarat seleksi 2026.
Dua warga Playen, Gunungkidul, terluka akibat serangan Beruk Sumatera yang lepas dari UPS Bunder. Satwa kini telah berhasil diamankan.
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Pertamina menyebut penyesuaian mengikuti harga minyak dunia.
Disperindagkop Batang memetakan dampak kenaikan Pertamax terhadap distribusi barang, industri, transportasi, dan pola konsumsi masyarakat.
Program Jogja Berhati Nyaman libatkan 4.500 ASN dan masyarakat membersihkan 150 titik untuk memperkuat budaya bersih di Kota Jogja.
Fenomena api di Seyegan, Sleman, masih terjadi hingga hari ke-18. Total 118 kemunculan api tercatat di berbagai titik rumah warga.