Awas, 3 Kecamatan di Kulonprogo Ini Paling Rawan Malaria

Sabtu, 31 Mei 2014 09:12 WIB
Awas, 3 Kecamatan di Kulonprogo Ini Paling Rawan Malaria

JIBI/Desi Suryanto Petugas Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan pengasapan nyamuk yang bersarang di lingkungan perumahan penduduk di Kampung Gendeng Cantel, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (23/12/2013). Pengasapan itu berupaya mengurangi populasi nyamuk yang membawa dan menularkan beragam penyakit seperti, demam berdarah, malaria, filariasis, encepalitis dan chikungunya. Selama sebulan terakhir ini sedikitnya sudah 21 warga Gendeng Cantel terserang chikungunya.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Sebanyak 27 kasus malaria terjadi di Kulonprogo selama periode Januari sampai Mei 2014. Sama seperti tahun sebelumnya, kebanyakan penderita berasal dari daerah endemi malaria, yakni kecamatan Kokap, Samigaluh, dan Girimulyo.

Kendati demikian, Pemkab Kulonprogo mengklaim angka penderita malaria menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kulonprogo menyebutkan sepanjang 2013 terdapat 134 kasus malaria dengan tren paling tinggi terjadi di awal tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Bambang Haryatno, mengungkapkan, pemkab Kulonprogo terus melakukan pencegahan malaria dengan mengoptimalkan peran juru malaria desa (JMD) yang akan melaporkan kasus-kasus malaria di masyarakat kepada puskesmas terdekat.

Ia tidak menampik jika wilayah dengan kondisi geografis pegunungan di Kulonprogo menjadi daerah endemi malaria.

"Suatu daerah dikatakan endemi malaria jika di wilayah tersebut ada nyamuk malaria, dan demikianlah yang terjadi di daerah perbukitan di Kulonprogo," jelasnya, Kamis (29/5/2014).

Menurut dia, pemberantasan nyamuk malaria harus cermat karena tidak mungkin menggunakan insektisida, mengingat Kokap merupakan penghasil gula semut organik yang dijaga supaya tidak tercemar bahan kimia apapun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online