PHK Industri Tak Hanya Dipicu Harga Gas, Ini Penjelasan Said Iqbal
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Warga Dusun Sambiroto dan Gayam, Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan melunak setelah pemerintah kabupaten menjamin tidak ada polusi dan berjanji akan memberikan ganti rugi atau kompensasi kepada mereka.
Warga tidak lagi menuntut penolakan realisasi tempat pengolahan limbah sampah dari tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Banyuroto yang semula dikhawatirkan akan membuat lingkungan tercemar.
Tokoh pemuda Banyuroto, Bambang Nur Cahyo, 44, menuturkan, Dusun Dlingo, Tawang, Gayam, Sambiroto, Kepala Desa Banyuroto, serta Dinas Pekerjaan Umum Kulonprogo telah menemukan kesepakatan terkait pengolahan limbah TPAS Banyuroto, pada Rabu (28/5/2014) pagi.
Dalam pertemuan tersebut diputuskan air limbah yang sudah diolah akan langsung dibuang ke cekdam Tawang dan pihak DPU akan tetap mengontrol tempat penampungan air dan memastikan limbah yang dibuang sudah tidak berbahaya.
Sebelumnya, kata dia, warga khawatir karena air pengolahan limbah langsung disalurkan ke sungai yang mengalir di Sambiroto dan Gayam.
"Waktu itu warga bertanya-tanya kalau tidak berbahaya mengapa tidak langsung dibuang ke cekdam Tawang, apalagi yang mendapat kompensasi karena wilayah dilewati pipa ya warga Tawang saja," jelasnya.
Menurut dia, warga yang sempat menolak kini mulai menerima karena sudah ada solusi. Ia menguraikan, uang kompensasi hanya akan diberikan kepada warga Tawang karena lahannya dilewati pipa saluran pengolahan limbah, sementara tiga pedukuhan lainnya sudah dijanjikan memperoleh uang susu [ganti rugi] karena ikut merasakan bau dari limbah tersebut.
Tidak hanya itu, sampah organik yang sudah diolah, kata Bambang, akan dibagikan kepada warga untuk digunakan sebagai pupuk.
"Kami tidak menolak pembangunan yang penting tidak merugikan masyarakat," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Belgia menghadapi ujian berat melawan Senegal di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Duel De Bruyne dan Sadio Mane diprediksi jadi sorotan.
Fenomena bediding membuat suhu Gunungkidul turun hingga 19,3 derajat Celsius. Warga diminta waspada terhadap batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.
Pakar mengingatkan terlalu sering memantau data kesehatan melalui smartwatch dapat memicu kecemasan dan berdampak pada kesehatan mental.
Vietnam mulai membatasi sepeda motor bensin di pusat Hanoi melalui zona rendah emisi yang diterapkan bertahap hingga 2028.
Alessandro Bastoni menjadi subjek penyelidikan kejaksaan Milan dalam kasus dugaan prostitusi anak di bawah umur yang masih terus didalami.