Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
JIBI/Solopos/Septian Ade Mahendra Sejumlah penari membawakan tarian di hadapan Kanjeng Raden Adipati, Suradi Joyonegoro di Keraton Pajang, Makamhaji, Sukoharjo, Minggu (2/3). Acara tersebut bertepatan dengan peringatan Wilujengan Jumenengan ke-4.
Harianjogja.com, SLEMAN-Siswa-siswi SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman mengolaborasikan dua budaya dari negara yang berbeda dalam sebuah kegiatan bertajuk Java Japan Festival, Sabtu (31/5/2014) lalu.
“Kami ingin memperkenalkan budaya Jawa dan Jepang, sekaligus menyalurkan kreativitas siswa,” kata Prisca Adhe Mawarni, Ketua Panitia, di sela kegiatan.
Belasan stan didirikan untuk memfasilitasi setiap kelas menjual aneka makanan khas Jawa maupun Jepang.
Menurut Prisca, Jepang memiliki kesamaan dengan Jawa dalam hal pelestarian budaya. Hal tersebut kemudian membuat keduanya menjadi unik ketika disatukan dalam sebuah kegiatan. “Tradisi-tradisinya masih dijaga dengan baik dan menarik,” paparnya.
Selain stan makanan, ditunjukkan pula aneka kebudayaan Jepang maupun Jawa yang yang masih dilestarikan hingga sekarang. “Kami ada pengenalan budaya Jawa dan Jepang, tari-tarian, karawitan dan upacara minum,” jelas Prisca.
Prisca berharap dengan Java Japan Festival, selain dapat mengenal kebudayaan Jepang, teman-temannya juga terdorong untuk melestarikan budaya Jawa. “Kita tetap harus lestarikan budaya sendiri,” ujarnya.
Program serupa sebenarnya sudah pernah diadakan di tahun-tahun sebelumnya. “Ini sudah program tahunan. Hanya dulu masih nempel dengan acara-acara lainnya. Baru 3 tahun ini kita buat satu hari sendiri,” ungkap Yuman Ahmad, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.
Yuman memaparkan pihaknya tidak ingin mengunggulkan salah satu kebudayaan. “Kalau hanya menggelar festival Jepang saja, nanti ada yang mikir ‘orang Jawa kok mengunggulkan Jepang’,” ucapnya.
Jepang dipilih bukan karena dia pernah menjajah Indonesia. Masih banyak hal-hal baik dari Jepang yang bisa ditampilkan dan dikenalkan kepada siswa. “Kita bisa pikir yang baik-baik. Lagipula kita ada mata pelajaran Bahasa Jepang. Ini bisa membantu siswa memahami apa yang dia pelajari,” jelas Yuman Ahmad.
Java Japan Festival juga dijadikan ajang open house bagi SMA Negeri 2 Ngaglik. Ratusan siswa dari berbagai SMP di Sleman datang mengunjungi pameran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca DIY hari ini diperkirakan hujan ringan di Sleman dan Bantul. Simak prakiraan cuaca Jogja lengkap beserta suhu dan kelembapan udara.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Kapanewon Godean mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Arsenal juara Liga Inggris 2026 setelah Manchester City ditahan Bournemouth 1-1. The Gunners akhiri penantian gelar selama 22 tahun.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.