Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Harianjogja.com, SLEMAN-Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sleman menilai miskomunikasi antar umat beragama berujung pada kekerasan antar umat beragama dan pelanggaran hukum.
Ketua FKUB Sleman, Suwarso mengatakan kasus kekerasan yang terjadi di Tanjungsari, Ngaglik dan Pangukan, Sleman bukanlah konflik antar umat beragama.
"Keduanya adalah masalah miskomunikasi yang berdampak terjadinya pelanggaran hukum,” kata Ketua FKUB Sleman, Suwarso, Senin (2/6/2014).
Suwarso menyampaikan FKUB Sleman akan mengadakan program rehabilitasi sosial. Pihaknya akan mendekati korban dan pelaku kekerasan di Tanjungsari pada Kamis (28/5/2014). Dia juga mendukung proses hukum yang tegas dan tuntas oleh aparat keamanan. Namun, ia berpesan agar setiap kelompok keagamaan meredam suasana dan melakukan pembinaan terhadap ormas-ormas keagamaan.
Mengenai kasus di Pangukan, Sleman, Minggu (1/6/2014), FKUB Sleman melihat bentuk pelanggaran hukum, baik pelepasan segel bangunan maupun tindakan perusakan bangunan merupakan ranah aparat penegak hukum.
“Namun kami akan berusaha mendengarkan lagi aspirasi dari pihak-pihak terkait,” ujar Suwarso.
FKUB Sleman juga merekomendasikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memfasilitasi dialog mengenai solusi masalah tempat ibadah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.