CPNS SLEMAN 2014 : 3 CPNS K2 Terancam Gagal Diangkat

Rima Sekarani
Rima Sekarani Kamis, 05 Juni 2014 17:19 WIB
CPNS SLEMAN 2014 : 3 CPNS K2 Terancam Gagal Diangkat

PEMBERKASAN CPNS--Sejumlah CPNS menyerahkan kelengkapan umum dalam pemberkasan, di Bale Tawangarum, Balaikota Solo, Selasa (29/12) bagi CPNS yang diterima pada formasi 2009.

Harianjogja.com, SLEMAN- Kepala Inspektorat Sleman, Suyana mengungkapkan terdapat tiga orang peserta seleksi CPNS K2 tahun 2013dari wilayah Sleman yang terancam gagal diangkat menjadi CPNS.

Penyebabnya, berdasarkan hasil verifikasi diketahui ada persyaratan yang tidak sesuai ketentuan.

“Dari hasil verifikasi dokumen dan klarifikasi saksi-saksi, kami menemukan tiga orang yang masa kerjanya kurang dari satu tahun pada tahun 2005,” ujarnya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor  56 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer, ketiganya sudah pasti tidak termasuk K2.

Hanya saja Suyana tidak bisa memastikan apakah mereka dinyatakan batal diangkat atau tidak. “Nanti yang menentukan itu BKN,” ucap Suyana.

Ketiga berkas yang disebut tidak memenuhi ketentuan itu tetap dikirim Inspektorat Sleman untuk diverifikasi BKN.

Selain itu, Suyana menyebutkan ada dua peserta yang mengundurkan diri. Pihaknya mengaku belum sempat melakukan verifikasi lanjut terkait alasan mereka mengundurkan diri.

Namun, yang mengundurkan diri tersebut termasuk dalam daftar peserta yang dilaporkan Persatuan Honorer Sekolah Negeri Indonesia (PHSNI) Kabupaten Sleman beberapa waktu lalu karena terindikasi melampirkan dokumen palsu.

Ketua Komisi D DPRD Sleman Sofyan Setyo Darmawan meminta Pemerintah Kabupaten Sleman lebih transparan soal hasil verifikasi CPNS K2. “Terutama berapa jumlah K2 yang dokumennya tidak valid dan terindikasi pemalsuan, sehingga persoalan K2 menjadi jelas,” kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online