Pindah, Pedagang Belut Mengeluh Sepi Pengunjung

Rima Sekarani
Rima Sekarani Jum'at, 06 Juni 2014 10:08 WIB
Pindah, Pedagang Belut Mengeluh Sepi Pengunjung

JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu KRIPIK BELUT - Pekerja sedang menggoreng kripik belut di rumah pengusaha kripik belut Pak Mino, Desa Gedongan, Baki, Sukoharjo, Senin (2/4). Di tempat tersebut dalam sehari produksi kripik belut rata-rata mencapai 300 Kg

Harianjogja.com, SLEMAN-Pedagang keripik belut di depan Pasar Goden mengeluhkan jumlah pendapatan yang kurang sejak direlokasi ke Sentra Belut tiga bulan lalu.

“Hari ini baru dapat satu yang beli. Pelanggan saya dulu pada pergi,” kata Sugeng, pedagang di sentra belut, ditemui Kamis (5/6/2014).

Sugeng mengaku penghasilannya belum kembali seperti saat berjualan di depan Pasar Godean. Hari libur pun penjualan hanya 1-3 kilogram. Pria ini juga menyampaikan masih adanya penjual keripik belut yang bandel dan berjualan di Pasar Godean.

Kepala Dinas Pasar Kabupaten Sleman, Tri Endah Yitnani, mengaku pihaknya tidak bisa melarang pedagang yang menjual belut di kios Pasar Godean. Namun tetap ada langkah pembatasan.

“Jumlahnya yang ada di display tidak boleh terlalu banyak. Kalau mau banyak ya jualnya di sentra belut,” katanya.

Guna menarik pengunjung, Dinas Pasar Kabupaten Sleman gencar melakukan promosi. Pihaknya berupaya menarik pengunjung pasar Godean untuk mengunjungi sentra belut juga, baik dengan mengadakan kegiatan hingga mengarahkan transit bus wisata menuju lokasi baru tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online