PILPRES 2014 : Ada Kampanye Hitam, Bawaslu DIY Sulit Tangani
Warga membawa poster bertuliskan “Stop Kampanye Hitam” saat melakukan aksi di arena Car Free Day (CFD) Kota Solo di sepanjang Jl. Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/5/2014). Aksi menolak kampanye hitam itu digelar demi menyikapi maraknya tindakan kampanye hitam menjelang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos)
Harianjogja.com, JOGJA-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY kesulitan menangani pelanggaran yang berkaitan dengan kampanye hitam (black campaign) yang ramai di masyarakat. Bawaslu hanya mampu berupaya melakukan pencegahan melalui sosialisasi ke masyarakat.
Anggota Bawaslu DIY Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Sri Rahayu Werdiningsih mengungkapkan, laporan kampanye hitam banyak ditemukan baik melalui media sosial, pesan singkat elektronik (SMS) dan coretan di tembok-tembok.
“Kampanye hitam di media sosial sulit jerat pelakunya,” ungkap dia, seusai diskusi public Media Sosial Untuk Pilpres yang Berkualitas dan Beradab di kantor Bawaslu, Jumat (6/6/2014).
Laporan terakhir terkait pelanggaran kampanye hitam, kata Cici-sapaan akrab Sri Rahayu Werdiningsih, ditemukan di Sleman dengan kata-kata yang memojokan salah satu pihak. Meski sulit mencari pelaku, Bawaslu langsung memerintahkan Panwaslu Sleman untuk segera menghapusnya.
Cici menambahkan, selain di media sosial, pelanggaran kampanye juga ditemukan di media televisi dimana calon presiden yang melebihi porsi pemberitaan bahkana da yang diulang-ulang sehingga merugikan salah satu pihak.
Untuk meminimalisasi kampanye hitam, Bawaslu bekerjasama dengan pihak kepolisian, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). “Kami sedang koordinasi dengan polisi dan KPI serta pihak-pihak terkait,” tandas Cici.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share