AI Masuk E-Katalog, Luhut Klaim Anggaran Bisa Hemat 30 Perse
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto PENYERAPAN BERAS-Pekerja mengangkut karung berisi beras di Pasar Legi, Solo, Rabu (4/1). Badan urusan Logistik (Bulog) Subdivre II Surakarta siap menyerap 125.000 ton setara beras selama tahun 2012.
Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) DIY Awaludin Iqbal, menyatakan pihaknya akan melakukan pantauan harga beras di pasar untuk menentukan langkah operasi pasar (OP).
Ia menjelaskan, berdasarkan program nasional OP digelar tiga kali dalam setahun. Awal tahun, pertengahan bulan Ramadan dan akhir tahun. Namun, pihaknya pekan ini akan melakukan pantauan harga di pasar-pasar di DIY.
"Hasil pantauan itu akan menjadi pijakan kami apa OP perlu dilaksanakan. Sebab, sejumlah komoditas menjelang puasa ini mengalami kenaikan harga," ujarnya, Senin (9/6/2014).
Ia menambahkan, Bulog Divre DIY menjamin kebutuhan beras aman selama Ramadan dan Idul Fitri.
Pihaknya berharap masyarakat tidak perlu khawatir karena persediaan beras masih mencukupi hingga akhir tahun ini. Berdasarkan data saat ini gudang Perum Bulog Divre DIY masih memiliki stok beras 31.000 ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp4,53 triliun untuk 2027, terutama untuk SDM, usaha, digitalisasi, dan pengawasan.
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Jalur pendakian Gunung Kerinci ditutup sementara mulai 1 September 2026 untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Anggota DPR RI Vita Ervina mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)