Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Serap 650 Pekerja
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Pemilik usaha produksi kaus, Tari, menunjukkan koleksi kaus Jokowi yang dipajang di toko Radja Kaos, Jl. Dr. Rajiman, Laweyan, Solo, Selasa (20/5/2014). Tari mengaku sedang membuat kaus Jokowi dengan pesanan mencapai 1,5 juta potong. (JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra Kumala)
Harianjogja.com, JOGJA-Menjelang pilpres, aksesori kedua capres baik Jokowi dan Prabowo Subianto mulai bermunculan. Selain kaus, aksesori yang dijual berupa topi berbordil capres tertentu juga mulai dipasarkan. Tak terkecuali di kawasan legendaris Malioboro dan Pasar Beringharjo. Dari kedua pasangan, kaus dan pernak-pernik bergambar Jokowi lebih laku.
Pembeli aneka aksesoris itu tidak hanya masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari kota lain. Safitri, 45, wisatawan asal Jakarta saat mengunjungi Malioboro sengaja membeli kaus bergambar Jokowi untuk oleh-oleh. Menurut dia, harga jual di Jogja lebih murah daripada di Jakarta.
“Buat oleh-oleh mas. Soalnya, kalau beli di Jakarta harganya mahal bisa Rp50.000 satu biji. Kalau di sini murah Rp30.000 saja,” kata Safitri menjawab pertanyaan Harianjogja.com.
Ibu dua anak ini mengaku kagum dengan Jokowi. Sebagai bentuk kekagumannya, ia pun ingin memberikan oleh-oleh kaus Jokowi itu ke sanak keluarganya.
Dari penelusuran Harianjogja.com, di dua kawasan ini hampir semua penjual memajang kaus bergambar Jokowi. Sejumlah pedagang beralasan, gambar Jokowi paling laku dan banyak dicari masyarakat dibandingkan Prabowo.
“Sejak Pileg dulu, baru dua orang yang nanya kaus Prabowo. Yang laris justru Jokowi,” kata penjual kaus, Saiful di depan Toko Batik Silfy.
Dia mengakui, penjualan kaus Jowoki mampu mendongkrak penjualannya. Selama dua minggu Juni ini, sudah 25 biji kaus yang dia jual. Selama dua minggu itu juga dia mendapat Rp750.000 hanya untuk menjual kaus Jokowi.
Pedagang kaus di Pasar Beringharjo, Aji Wibowo juga mengaku mendapat berkah menjual kaus Jokowi. Pasalnya, dalam satu bulan dia bisa menjual setidaknya 100 biji kaus. Dengan harga Rp30.000 per biji, pemasukan yang diterima Rp3 juta. Itu hanya dari penjualan kaus Jokowi.
Jika penjual kaus mengaku kebanjiran rezeki, nasib berbeda dialami pengusaha sablon. Jika saat pileg lalu mereka kebanjiran rezeki, hingga kini belum ada satupun order dari partai maupun tim sukses masing-masing capres untuk
memesan kaus.
“Sampai sekarang belum ada yang order. Kalaupun ada hanya menanyakan harga. Untuk pilpres, biasanya sedikit yang bagi-bagi kaus. Yang banyak justru spanduk,” kata Anton pengelola Harmony Sablon di Jalan Ibu Ruswo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Marc Marquez hadapi cedera serius hingga pertimbangkan pensiun dini. Kontrak baru dengan Ducati memuat klausul bebas penalti jika kondisi fisik tak membaik.
West Ham resmi terdegradasi ke Championship dengan 39 poin. Simak analisis kegagalan The Hammers musim 2025/2026, mulai dari transfer hingga krisis lini belakan
Grengseng Pamuji menyebut program upland yang berjalan sejak 2025 mulai menunjukkan hasil nyata bagi pengembangan komoditas kopi di wilayah Kabupaten Magelang.
Franchise Danur resmi berakhir setelah 10 tahun dengan film terakhirnya ditonton jutaan orang di bioskop Indonesia.
Di Jogja Financial Festival 2026 anak muda diedukasi interaktif untuk meningkatkan literasi asuransi generasi muda di Jogja.