Blackout Karimun Belum Pulih, Warga Sewa Hotel demi Bekerja
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Polres Kulonprogo menjaring tiga pasangan berstatus pelajar di Taman Wana Winulang, Senin (9/6/2014) siang. Bahkan, salah satu pasangan tertangkap basah saat sedang berpelukan di sebuah gazebo di dalam taman.
Razia polisi ini dilakukan setelah warga Pedukuhan Kemiri, Desa Margosari, Pengasih, resah dengan keberadaan Taman Wana Winulang yang kerap disalahgunakan remaja dan pemuda sebagai tempat pacaran hingga aksi mesum dan melaporkan perbuatan tersebut kepada polisi.
F, 17, salah satu pelajar SMA swasta di Wates yang terjaring petugas, mengaku baru pertama kali datang ke Taman Wana Winulang dengan pacarnya.
“Sebenarnya niat saya bukan pacaran, tetapi menyelesaikan masalah, tetapi ternyata pas ada razia,” terangnya. Biasanya, kata F, dia datang ke Taman Wana Winulang bersama dengan teman-temannya pada malam hari.
Adapun M, 17, pelajar SMA swasta lainnya di Wates, mengatakan, sedang mengerjakan tugas sekolah dengan pacarnya di salah satu gazebo Taman Wana Winulang. Kemungkinan besar, M tidak berbohong karena di dalam gazebo yang mereka tempati terdapat tumpukan kertas dan beberapa buku serta laptop yang menyala.
“Saya di sini pacaran tetapi juga mengerjakan tugas sekolah,” akunya.
Ketua RT 4 RW 2 Kemiri, Suryadi, 42, menuturkan, sudah berulang kali warga menemukan remaja dan pelajar berpacaran di lokasi Taman Wana Winulang. Mereka terlihat asyik berduaan di dalam gazebo, bahkan pernah juga warga memergoki pelajar bermesraan dengan masih menggunakan seragam sekolah.
“Warga sudah pernah mengingatkan pasangan-pasangan tersebut, tetapi tetap saja tidak kapok,” terangnya.
Dinilainya, warga merasa resah dengan pemandangan di Taman Wana Winulang yang sudah melenceng dari tujuan awal pembangunan. Seharusnya, taman tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan dan arena permainan anak dan keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.