Kulonprogo Gagal Raih Adipura, Ini Penyebabnya

Selasa, 10 Juni 2014 19:40 WIB
Kulonprogo Gagal Raih Adipura, Ini Penyebabnya

JIBI/Desi Suryanto Sejumlah kios pada Pasar Seni dan Kerajinan Kulonprogo di jalan Wates, Sentolo, Kulonprogo, DI. Yogyakarta tidak buka dan mangkrak seperti terlihat pada Rabu (17/04/2013). Sepinya tingkat kunjungan wisatwan maupun warga yang hendak berbelaja kerajinan membuat kebanyakan kios menutup tempat usahanya, hanya terdapat sekitar empat kios saja yang buka setiap harinya. Para pemilik usaha ditempat tersebut berharap pemerintah memperbanyak promosi pusat seni dan kerajinan itu.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kulonprogo gagal meraih penghargaan Adipura tahun ini karena ruang terbuka hijau (RTH) dan ruas jalan utama seperti Jalan Diponegoro dan Jalan Brigjen Katamso dinilai belum memenuhi syarat.

Kurangnya kebersihan pasar juga menjadi salah satu penyebab gagalnya penghargaan untuk kota terbersih diperoleh Kabupaten Binangun.

Kasi Pengembangan Kapasitas Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kulonprogo, Hendratmo, menuturkan, penilaian penghargaan Adipura tergolong tinggi.

Titik-titik yang dipantau antara lain seperti RTH, sungai, pasar, dan ruas jalan utama harus memiliki nilai minimal 74. Dari hasil penilaian, hanya beberapa sungai di Kulonprogo memperoleh nilai 74.

“Tahun ini Kulonprogo hanya mendapatkan penghargaan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) yaitu dokumen pelaporan terkait kondisi lingkungan di Kulonprogo,” ujarnya, Selasa (10/6/2014).

Menurutnya, masyarakat bisa membantu meraih Adipura dengan ikut menjaga dan mempertahankan, bahkan menambah fasilitas peneduh seperti tanaman di tempat umum yang terdapat di Kulonprogo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online