KARTU KUNING-Sejumlah warga antre mengurus kartu pencari kerja atau kartu kuning di Kantor Dinas Tenaga Kerja, Jl Slamet Riyadi, Solo, Senin (28/9). Jumlah permintaan kartu kuning mengalami lonjakan terkait rencana pembukaan lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Harianjogja.com, KULONPROGO—Data penempatan tenaga kerja antarnegara di Kulonprogo menunjukkan tren menurun dari tahun ke tahun.
"Peminatnya biasa [cenderung menurun], tapi umumnya peminatnya mereka yang sudah punya pengalaman kerja di sana [luar negeri]," ujar Staf Pengantar Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kulonprogo Tri Iswanti, Minggu (8/6/2014).
Data angkatan kerja antar negara (AKAN) di Kulonprogo tercatat menurun. Dalam tiga tahun terakhir data Dinsosnakertrans yang dilaporkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo menunjukkan penurunan angkatan kerja ke luar negeri. Pada 2011 ada 502 orang, pada 2012 turun 275 orang pada 2013 turun lagi menjadi 119 orang.
Adapun tahun ini, baru 37 orang tenaga kerja ke luar negeri yang tercatat di dinas. Pada Maret lalu, tercatat delapan orang tenaga kerja yang ditempatkan. Negara yang dituju masih kebanyakan Malaysia untuk tenaga kerja nonformal seperti pembantu rumah tangga, sedangkan di luar pekerjaan tersebut negara yang dibidik ada Korea Selatan dan Jepang.
"Tahun ini mungkin malah bertambah. Sebenarnya jumlah tenaga kerja yang keluar negeri itu bisa jadi cukup banyak. Hanya saja banyak yang tidak melalui penyalur tenaga kerja yang resmi," ungkap Tri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: