Kepala BGN Jawab Desakan Hentikan MBG, Fokus Benahi Tata Kelola
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dihentikan oleh BGN karena merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
PENGAIRAN DENGAN SUMUR BOR Seorang petani mengoperasikan mesin diesel penyedot air di kawasan Garung Kidul, Kaliwungu, Kudus, Jateng, Senin (2/9). Petani mengaku, harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menyedot air dari sumur bor menggunakan mesin diesel guna mengairi sawah tadah hujan yang mulai kekurangan pasokan air saat musim kemarau.
Harianjogja.com, BANTUL–Hanya karena pengelolaan air tidak maksimal, Bantul terancam kekurangan air untuk lahan pertanian. Sekitar 60% air terbuang sia-sia.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul Partogi Dame Pakpahan menilai pengelolaan air di Bantul belum ada singkronisasi antar satuan kerja perangkat daerah (SKPD) seperti Dinas Sumber Dya Air (SDA) dan Dispertahut. Hal ini harus segera terjawab agar persoalan kebutuhan air musim kemarau segera dapat diatasi dengan segera.
Meningkatnya kebutuhan air di Bantul untuk sektor pertanian seperti musim kemarau akan terus terjadi setiap tahun sejalan belum adanya langkah strategis pemerintah dalam menangani sistem pengelolaan air. Apalagi penanganan Bendungan Kamijoro di Pajangan yang rusak dan mengancam 2.400 hektare lahan di tiga kecamatan, yaitu Srandakan, Pundong dan Bambanglipuro belum ada.
Tingginya kebutuhan air untuk pertanian tidak semata-mata dipengaruhi faktor iklim, melainkan juga tata kelola air yang tidak maksimal dan pola tanam petani yang belum banyak berubah dalam mendukung ketersediaan cadangan air itu sendiri.
“Mengubah pola tanam petani Bantul tidak segampang kami kira. Tapi harus mulai dipahamkan kepada masyarakat petani persoalan kebutuhan air ini semakin tahun akan menjadi masalah,” ujarnya kepada Harianjogja.com, Selasa (10/6/2014).
Pola tanam petani di Bantul selama ini hanya memilih tanaman jenis padi secara terus-menerus. Akibatnya, kurang bagus untuk menjaga kualitas dan struktur tanah. Selain itu tanaman padi juga membutuhkan air yang cukup besar. Idealnya, pola tanam harus mulai diubah dengan tanaman palawija dan hortikultura agar kebutuhan air tidak terlalu tinggi.
Dari kajian yang telah dilakukan Disperhut Bantul, Partogi menyebut turunnya debit air Bendungan Kamijoro diakibatkan adanya penambang pasir yang terus-menerus dan endapan sedimen sehingga menghambat kelancaran distribusi air. Menurut Partogi, berulang kali permasalahan tersebut sudah disampaikan ke Pemerintah DIY. Tetapi, sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dihentikan oleh BGN karena merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Veddriq Leonardo optimistis meraih medali emas Asian Games 2026 di Jepang. Persiapan difokuskan pada teknik, fisik, dan mental.
Polisi mengekshumasi jasad korban pengeroyokan di Tabanan untuk memastikan penyebab kematian. Lima warga telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel antusias menyambut Derbi DIY melawan PSS Sleman di Super League 2026/2027 dan fokus membawa Laskar Mataram bertahan.