Demo 27 Agustus, Kendaraan Taktis Bersiap di Kompleks DPR
Demo 27 Agustus di Kompleks DPR dikawal ketat. Water cannon, kendaraan lapis baja, dan 18.504 personel disiagakan.
Harianjogja.com, JOGJA- Hujan yang beberapa akhir ini mengguyur wilayah DIY dan sekitarnya tak akan berpengaruh pada berubahnya pola musim. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi puncak kemarau pada Agustus.
“Curah hujan terjadi karena gangguan cuaca jangka pendek, setelahnya akan kembali ke pola normalnya di musim kemarau,” ujar Kepala Seksi dan Data BMKG Tony Agus Wijaya, Sabtu (21/6/2014).
Ia mengatakan, gangguan cuaca jangka pendek setidaknya hanya berlangsung selama tujuh hari. Gangguan cuaca itu karena adanya perubahan pola angin. Menurutnya, gangguan ini bisa terjadi kapan saja. Penyebabnya, karena kerusakan lingkungan, sehingga ada pemanasan global dan perubahan iklim.
Di saat gangguan cuaca jangka pendek itu, ia menjelaskan, kecenderungan cuaca cerah di pagi dan siang hari, tapi masih ada potensi hujan ringan di sore atau malam hari. Gangguan cuaca ini dialami seluruh dunia.
“Secara bertahap curah hujan akan berkurang hingga mencapai puncak musim kemarau di Agustus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo 27 Agustus di Kompleks DPR dikawal ketat. Water cannon, kendaraan lapis baja, dan 18.504 personel disiagakan.
Enam beasiswa masih buka September 2026. Ada BeaZakat, TELADAN, BAZNAS, FIFGROUP, Amgala hingga Bakti BCA dengan deadline 7-30 September.
Rusia memimpin daftar negara dengan kekayaan sumber daya alam terbesar, dengan estimasi US$75 triliun. Simak 10 negara teratas dan komoditasnya.
Harga motor MotoGP bisa mencapai Rp61,8 miliar. Simak rincian biaya mesin, elektronik, rem, ban, material, hingga biaya operasional tim.
Anthropic merilis Claude Fable 5.1 dan Mythos 5.1 dengan kemampuan coding lebih kuat, cache 75% lebih murah dan safeguard baru.
Menaker Yassierli menyoroti pengangguran muda 17,4 persen di tengah 48 persen perusahaan kesulitan mencari tenaga kerja kompeten.