Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Harianjogja.com, SLEMAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Kantor Lingkungan Hidup (KLH) juga melakukan pengecekan muru air secara acak. Hasilnya, dari beberapa sumber air yang dijadikan sampel, ditemukan adanya unsur sulfida, sulfur, tembaga, silika, dan bakteri escherichia coli (e-coli).
Kepala Sie Pencegahan Pencemaran KLH Sleman, Rachmat Budi Saptono, mengatakan kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan meski hasilnya tidak signifikan.
“Zat-zat tersebut seharusnya tidak terdapat dalam air walau hanya sedikit,” tutur Rachmat. Dia mencontohkan kandungan tembaga atau sulfida yang seharusnya tidak ada pun ditemukan muncul hingga 0,0030/ppm.
Sebagai kontrol terhadap kualitas air, KLH Sleman juga meneliti sampel air dari berbagai sungai. Diungkapkan Rachmat, sebanyak 60 titik dari 11 ruas sungai di Sleman telah tercemar bakteri e-coli.
Melihat kondisi tersebut, Rachmat meminta masyarakat berhati-hati memanfaatkan air. Khusus keperluan konsumsi misalnya, Rachmat meminta masyarakat memasak air hingga mendidih meskipun kelihatannya jernih.
“Setelah mendidih, didiamkan dulu selama 5-10menit sebelum digunakan. Hal itu bisa mematikan perkembangan bakteri,” katanya menjelaskan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.