Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Harianjogja.com, SLEMAN-Antrean sepanjang ratusan meter terjadi di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman pada Sabtu (28/6/2014). Sejak pagi, ratusan mahasiswa telah datang untuk mendapat layanan keterangan pindah pemilih melalui formulir A5. Mereka rela mengantre berjam-jam demi bisa mencoblos pada pemilihan presiden (pilpres) nanti.
Hingga Sabtu pagi, tercatat sudah ada lebih dari 2.200 pendaftar A5 dan diperkirakan masih akan terus bertambah. Diperkirakan jumlah pendaftar A5 kali ini akan 30% lebih tinggi dibanding pada pemilihan legislatif (pileg) lalu yang hanya mencapai 2.102 orang. Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi, menilai peningkatan antusiasme mahasiswa tersebut menjadi indikasi positif. Mahasiswa dianggap sudah lebih sadar politik. Namun, dia mengaku timnya sempat merasa kewalahan.
“Ada yang protes dan minta layanannya diatur agar lebih cepat, tapi memang tenaga dan waktu kami terbatas,” ucap Shidqi.
Tim dari KPU DIY yang sempat datang untuk meninjau persiapan pilpres di Kabupaten Sleman pun dibuat terkejut dengan panjangnya antrean pendaftar A5.
“Hasil pantauan kami di Jogja, Bantul, dan Sleman semuanya ramai, tapi tidak seramai seperti di Sleman ini,” kata Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan.
Penyediaan surat suara tetap berdasarkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) ditambah dua persen. Menghadapi adanya kemungkinan kekurangan surat suara, KPU DIY akan meminta KPU di kabupaten/kota melakukan pemetaan terkait domisili dan tempat tinggal. Agar tak menyulitkan, Hamdan berharap para pengguna A5 tidak memilih di tempat pemungutan suara (TPS) yang jauh dari tempat tinggalnya.
Melihat kondisi antrean yang masih panjang hingga lewat tengah hari, KPU Sleman melakukan kebijakan khusus dengan memperpanjang masa pelayanan formulir A5 hingga Senin (30/6/2014) besok. Tim kemudian membagikan lembar isian formulir yang bisa diisi di rumah.
“Minggu masih bisa mengambil formulir tapi mengembalikan Senin,” kata Shidqi.
Afni, mahasiswa Fakultas Ekonomi UNY mengaku datang ke KPU Sleman sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah sempat mengantre demi mendapat nomor urut layanan, dia masih harus mengantre lagi entah berapa lama.
Hal serupa juga dialami Nisa, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNY. Dia bahkan mengaku sudah di KPU sejak pukul 09.00 WIB dan sudah menunggu lebih dari dua jam. “Besok itu saya ada tugas KKN, jadi enggak bisa pulang,” ungkap Nisa yang asli Purwokerto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.