Tabrak Lari di Solo Berujung Amuk Massa, Dua Pelaku Ditangkap
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Painah, penderes kelapa asal Kulonprogo setiap hari dapat memanjat lebih dari 100 pohon. (Holy Kartika N.S/JIBI/JHarian Jogja)
Harianjogja.com, KULONPROGO-Menjadi penderes gula kelapa bukanlah pekerjaan yang pernah dibayangkan
Painah, 45, ketika ia kecil. Namun,kondisi ekonomi keluarga memaksanya menjalani pekerjaan yang identik dengan
pekerjaan kaum laki-laki itu.
Dengan tangan kosong nenek yang sudah punya dua cucu ini memanjat pohon kelapa. Rutinitas ini sudah 27 tahun lebih dilakoninya demi menyambung hidup dan mengisi perut anak, suami serta seluruh keluarganya.
"Sudah sejak 1987 saya mulai jadi penderes. Saat itu anak saya umurnya baru satu tahun," ujar Painah saat disambangi Harianjogja.com, di rumahnya, beberapa waktu lalu.
Hingga menjelang tengah hari Painah sudah memanjat lebih puluhan batang pohon kelapa. Aktivitas itupun masih dilanjutkannya di sore hari sekitar pukul 15.00 WIB hingga menjelang petang. Satu hari setidaknya 50 pohon hingga 80 pohon dipanjatnya untuk mengambil nira atau gula kelapa. Tak cukup hanya sekali memanjat, dalam sehari dia memanjat dua kali, pertama untuk memasang wadah pengumpul nira, kedua untuk mengambil nira yang telah terkumpul.
“Dua kali dipanjat, pagi dan sore. Saat suami saya sakit dan tidak sanggup memanjat, saya bisa panjat sekitar 80 pohon. Kalau dua kali panjat, ya, bisa 100 pohon lebih,” ungkap Painah.
Tinggi pohon kelapa bervariasi, dari lima meter hingga 15 meter. Ada setidaknya lima titik ladang pohon kelapa yang harus dipanjatnya. Setiap ladang jumlah pohon yang dipanjat juga variatif dari lima pohon, sepuluh pohon, hingga 30 pohon.
“Selain mengurus keluarga, saya juga cari kayu. Kadang juga jadi kuli panggul kayu gelondong, gergaji juga. Hasilnya ya, buat tambah-tambah uang belanja,” tandas Painah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Libur Iduladha tingkatkan kunjungan wisata di Bantul, Pantai Parangtritis jadi destinasi paling ramai wisatawan.
Piala Dunia 2026 jadi turnamen termahal sepanjang sejarah. AS gelontorkan Rp196,5 triliun, target PDB naik US$17,2 miliar. Simak analisis untung-rugi ekonomi
Konser BTS di Busan picu lonjakan harga hotel hingga 7 kali lipat dan keluhan ARMY soal getok harga penginapan.
Penderita asam urat tetap bisa menikmati daging kurban saat Iduladha dengan pola makan sehat, porsi terkontrol, dan cara memasak yang tepat.
Operasi lintas negara bongkar penipuan digital Rp13 triliun dengan berbagai modus aplikasi palsu dan investasi fiktif.