JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra Kumala
Petugas melakukan penyegelan logistik pemilu di Kantor KPU Solo, Kamis (3/4). KPU Solo menjadwalkan pendistribusian logistik ke Kecamatan mulai Minggu (6/4).
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Komisi Pemilihan Umum Gunungkidul meniru cara KPU Kulonprogo dalam menyiapkan logistik pemilihan umum.
Anggota KPU Gunungkidul Andang Nugroho mengungkapkan cara itu dengan melibatkan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dalam penataan logistik, mulai Rabu (2/7/2014) sampai Jumat (4/7/2014).
PPK dilibatkan untuk menata keperluan tempat pemungutan suara (TPS) dengan menghitung surat suara dan memasukkannya ke dalam amplop.
“Sesuai dengan arahan KPU DIY. Pelibatan PPK baru dilakukan pada Pemilu Presiden kali ini sedangkan pada Pemilu legislatif belum dilakukan,” ungkapnya, di Kantor KPU Gunungkidul, Wonosari, Rabu (2/7/2014).
Andang menuturkan kebijakan ini diambil berdasarkan pelaksanaan Pemilu Legislatif 9 April lalu yang dinilai banyak kesalahan. KPU DIY pun belajar dari Kulonprogro yang minim kesalahan pasalnya sudah melibatkan PPK dalam penataan keperluan TPS.
Dengan pelibatan PPK dalam menata keperluan TPS, diharapkan mampu mengurangi tingkat kesalahan. Langkah ini merupakan antisipasi kesalahan yang mungkin terjadi saat Pilpres 9 Juli pekan depan. Andang menambahkan untuk urusan surat suara diusahakan pengecekannya dilakukan internal KPU untuk mempermudah pengawasan.
Anggota PPK Tanjungsari Nur Wahyudin mengaku setuju dengan langkah pelibatan penyelenggara tingkat kecamatan karena PPK tahu kebutuhan di masing-masing daerahnya. “Dengan keterlibatan kami tentunya tingkat kesalahan jumlah surat suara per TPS diminimalkan,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: