HASIL PILPRES 2014 : Ini Tanggapan Sultan tentang Quick Count yang Berbeda-beda

Kamis, 10 Juli 2014 19:40 WIB
HASIL PILPRES 2014 : Ini Tanggapan Sultan tentang Quick Count yang Berbeda-beda

Harianjogja.com, JOGJA- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap tidak ada kecurangan lainnya setelah masing- masing calon presiden saling klaim hasil hitung cepat atau quick count.

Dalam masa jeda pengumuman hasil rekapitulasi KPU pada 22 Juni, menurutnya, pendistribusian kotak suara perlu diwaspadai.

“Saya minta bagi aparat bagaimana mewaspadai jangan sampai ada kotak suara hilang, kotak berubah terbuka. Kecurangan jangan sampai terjadi karena akan menimbulkan masalah baru,” ujarnya di Komplek Kepatihan, Kamis(10/7/2014).

Terhadap titik yang diwaspadai terjadinya kecurangan, ia meminta pada aparat agar mendapatkan prioritas pengamanan, misalnya di daerah Ngampilan, Warung Boto, dan lainnya.

Sultan mengaku langsung berkoordinasi dengan aparat, bahkan sampai tingkat lurah begitu masing-masing calon presiden saling klaim pemenangan di televisi dengan mendasarkan pada hitung cepat atau quick count.

Sebab, saling klaim hitung cepat itu dapat menimbulkan masalah jika tidak segera ditangani dengan baik, baik oleh pemerintah daerah maupun aparat keamanan. ”Yang penting para kader simpatisan tidak euforia, berada di jalan merasa menang sendiri,” ujarnya.

Seharusnya, lanjut Raja Kraton Ngayogyakarta itu, masing- masing Capres dapat lebih bijak dengan mendasarkan pengumuman hasil rekaputulasi KPU sebagai keputusannya untuk mendeklarasikan kemenangan, sehingga massa pendukungnya tidak terprovokasi ketika hasil hitung cepat nanti tidak sesuai dengan penetapan dari KPU.

“Bisa saja mendasarkan pada hasil survei, namun resminya kan bukan survei, namun putusan KPU,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online