PERTANIAN KULONPROGO : Ini Kebijakan Bupati Kulonprogo di Bidang Pertanian
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Petani menyiangi tanaman padi di areal perasawahan di Pundong, Bantul, DI. Yogyakarta, Kamis (02/01/2014). Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menyampaikan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) DIY pada Desember 2013 mencapai angka 103,15 atau mengalami penurunan sebesar 0,57% dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya. Sedang harga gabah kualitas GKP sebesar Rp 4.556 per kilogram di tingkat petani, atau turun 3,71% dari bulan sebelumnya.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berupaya meningkatkan ketahanan pangan dan pemasaran hasil produk pertanian.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menjelaskan upaya peningkatan produksi dan produktivitas pertanian dilakukan dengan pembinaan teknis, penyaluran bantuan saprodi seperti benih dan pupuk. Selain itu, penyaluran bantuan alat mesin pertanian serta pengawalan antisipasi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan bencana alam.
"Upaya peningkatan kualitas hasil dengan penanaman varietas unggul lokal yakni Padi Menor, penyaluran bantuan pasca panen dan pengolahan hasil," katanya, Minggu (13/7/2014).
Lebih lanjut, ia mengatakan Pemkab Kulonprogo juga membantu petani dalam memasarkan produk pertanian seperti dengan membuat nota sepakataan bersama dengan bulog untuk memasok beras daerah (rasda).
Selain itu, ia mengatakan Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) untuk mempertahan dan memantapkan ketahanan pangan upaya yang dilakukan melalui sasaran kelembagaan petani seperti kelompok tani, gapoktan, asosiasi, dan kelompok wanita tani.
"Harapannya mereka meningkatkan mutu intensifikasi dalam rangka meningkatkan produktivitas lahan, menerapkan teknologi spesifik lokasi, dan mengoptimalkan lahan pekarangan dan diversifikasi pangan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share