Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Jokowi tertawa lebar kala Prabowo mengajaknya bersalaman di tengah berlangsungnya Debat Capres di Hotel Gren Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014). Keduanya kala itu membahas pentingnya industri ekonomi kreatif (JIBI/Solopos/Antara/Andika Wahyu)
Harianjogja.com, SLEMAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman telah melakukan rekapitulasi suara pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) 2014 tingkat kabupaten, Rabu (16/7/2014).
Hasilnya, pasangan Prabowo Subianto - Hatta Radjasa mendapat 303.420 suara atau 46,01% dan Joko Widodo-Jusuf Kalla memperoleh 355.975 suara atau 53.99%.
Terkait hasil penetapan KPU Sleman, Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK di wilayah Sleman, Rendradi Suprihandoko, mengklaim hasil tersebut persis dengan real count internal timya. Dia lalu menagih komitmen semua pihak agar menjaga situasi tetap kondusif.
“Kita harus ingat slogan sing menang ora umuk, sing kalah ojo ngamuk. Upaya ini harus diawali oleh para elit politik agar masyarakat tetap aman dan tenang,” ungkap Rendradi, usai penetapan hasil pilpres, Rabu sore.
Sementara itu, Ketua Harian Tim Pemenangan Prabowo-Hatta di wilayah Sleman, Sukaptono mengaku legawa atas hasil rekapitulasi yang memenangkan pasangan Jokowi-JK. "Kami sudah kerja maksimal. Apapun hasilnya kami terima,” ucapnya.
“Kami tetap berupaya menjaga situasi di Sleman tetap kondusif,” tambah Sukaptono.
Dia pun berpesan pada kedua tim pemenangan agar tetap menunggu hasil final penghitungan suara oleh KPU pusat pada 22 Juli mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Africa CDC memperingatkan 10 negara Afrika berisiko terdampak wabah Ebola setelah lonjakan kasus di Republik Demokratik Kongo.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Pencerita kuliner Ade Putri Paramadita merekomendasikan Selat Solo sebagai inspirasi olahan daging Iduladha dengan cita rasa akulturasi Jawa dan Belanda
Balai Besar TNBTS menutup seluruh wisata Gunung Bromo pada 30 Mei hingga 2 Juni 2026 selama pelaksanaan ritual Yadnya Kasada.
Pertamina Hulu Energi memperkuat ketahanan energi nasional lewat strategi dual growth dengan pengembangan migas dan bisnis rendah karbon.