Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Harianjogja.com, JOGJA-Badan Narkotika Nasional (BNN) DIY melakukan razia hiburan malam, Selasa (15/7/2014) malam hingga dini hari. Dalam razia tersebut BNN menemukan seorang pengunjung hiburan malam yang positif mengkonsumsi obat-obatan.
Razia gabungan BNN dan Satuan Polisi Pamong Praja DIY ini dimulai sekitar pukul 22.00 WIB, langsung menyasar hiburan malam berkelas seperti Inul Viesta. Di lokasi tersebut petugas melakukan cek urine kepada semua pengunjung dan karyawan Inul Viesta namun hasilnya negatif.
BNN kemudian bergeser ke Happy Puppy. Dari tempat karaoke keluarga tersebut petugas juga melakukan tes urine dan mendapati salah satu pengunjung yang positif mengkonsumsi obat-obatan. Pengunjung tersebut berinisial YG, 21, warga Tempel, Sleman. YG berdalih baru minum obat batuk sebelum masuk hiburan malam. “Saya habis minum obat batuk,” ucap dia yang bekerja di salah satu minimarket tersebut.
Namun demikian petugas tidak mempercayai begitu saja. Sejumlah dokumen YG pun disita dan YG diharuskan mendatangi kantor BNN DIY dengan membawa surat-urat bukti resep dari dokter jika ia benar minum obat batuk.
“Kami sita okumen pribadinya. Akan kami interogasi lebih lanjut,” kata Kepala Bidang Pemberantasan BNN DIY Siti Alfiah.
Menurut Alfiah, jika YG bisa membuktikan resep dokter maka hanya dikenakan wajib lapor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang mengubah batas omzet bebas pajak UMKM Rp500 juta sesuai kondisi ekonomi dan kebutuhan.
Febrie Adriansyah diperiksa sebagai tersangka TPPU oleh Tim 9 Kejagung. Mantan Jampidsus itu menjawab sekitar 50 pertanyaan penyidik.
Pemerintah mematangkan penerapan Zero ODOL 2027 dengan membenahi kendaraan, pemuatan barang, pengawasan, hingga penegakan hukum.
ChatGPT, Claude, dan Grok dilaporkan mengalami gangguan bersamaan Kamis malam. Pengguna mengeluhkan error saat mengakses layanan AI.
Lima perusahaan di Kalbar ditutup karena karhutla. Pemerintah juga mewajibkan pemulihan lingkungan dan membuka peluang proses pidana.