Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
JIBI/Solopos/Septian Ade Mahendra Warga mengambil jatah beras untuk rakyat miskin daerah (raskinda) di Kantor Kelurahan Jebres Solo, Kamis (17/4). Di Kelurahan Jebres tersedia 1541 karung raskin dengan harga Rp24.000 untuk 15 kg.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kulonprogo khawatir tidak mampu memenuhi target yang harus disetor ke Bulog Divre DIY untuk program beras daerah (rasda). Penyebabnya, pada musim tanam pertama tahun ini, gapoktan hanya bisa menyetor 1.300 ton.
Sementara, nota kesepahaman yang dibuat pada awal tahun antara Bulog Divre DIY, Pemkab Kulonprogo, dan tujuh gapoktan menyebutkan sampai dengan akhir 2014, suplai yang harus dipenuhi sebanyak 3.400 ton.
Ketua Gapoktan Panca Manunggal Sogan Margiono mengungkapkan suplai beras ke Bulog Divre DIY sudah dilakukan pada musim tanam pertama sebanyak 370-an ton. Jumlah tersebut relatif mendekati jumlah yang disepakati dalam nota kesepahaman, yakni 400 ton per tahun.
Namun ia tidak terlalu yakin suplai beras pada musim tanam kedua dapat menutup kekurangan, mengingat serangan hama dan cuaca yang berakibat pada penurunan produksi padi hingga 40%.
“Biasanya gapoktan juga mengambil beras dari kelompok tani yang berada di sekitarnya, untuk menutupi kekurangan,” jelasnya kepada, Rabu (16/7/2014).
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo Bambang Tri Budi Harsono mengatakan masih akan membahas persoalan tersebut kepada Bulog Divre DIY dan gapoktan yang menandatangani nota kesepahaman.
Ia mengatakan suplai beras selama musim tanam pertama baru mencapai 1.300 ton. “Tetapi kami usahakan akan memenuhi target sebelum Oktober,” tegasnya.
Beberapa waktu lalu, tujuh gapoktan menyatakan sanggup menyuplai beras sebanyak 3.600 ton per tahun kepada Bulog Divre DIY. Hal ini tertuang dalam perjanjian kesanggupan pengadaan beras miskin antara gapoktan dengan Bulog Divre DIY, yang disaksikan Bupati Kulonprogo.
Kesanggupan tiap gapoktan berbeda-beda. Gapoktan Panca Manunggal dari Sogan Wates menyuplai beras 400.000 kilogram per tahun, Gapoktan Makmur Sejahtera dari Kalisoka Tuksono Sentolo memberikan 1.200 ton per tahun, Gapoktan Amongtani dari Kedundang Temon sebesar 300 ton per tahun, Gapoktan Sidomaju dari Cerme Panjatan sejumlah 300 ton per tahun, Gapoktan Sarimulyo dari Kedungsari Pengasih menyuplai 400 ton per tahun, Gapoktan Sumber Makmur dari Srikayangan Sentolo sejumlah 800 ton per tahun, dan Gapoktan Ngestiharjo dari Ngestiharjo Wates menyediakan 200 ton per tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
PSS Sleman mematangkan skema set piece jelang menghadapi Bali United pada laga pembuka Super League 2026/2027, Jumat (4/9/2026).
Pengendara mobil mengaku nyaris menjadi korban dugaan modus ojol teriak maling di Jakarta Selatan dan memilih mencari pengamanan di Mall Kokas.
Indonesia U20 menang 3-0 atas Laos pada Kualifikasi Piala Asia U20 2027. Zahaby Gholy mencetak dua gol untuk membawa Garuda Muda memuncaki Grup H.
Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang mengubah batas omzet bebas pajak UMKM Rp500 juta sesuai kondisi ekonomi dan kebutuhan.
Febrie Adriansyah diperiksa sebagai tersangka TPPU oleh Tim 9 Kejagung. Mantan Jampidsus itu menjawab sekitar 50 pertanyaan penyidik.