JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
Ilustrasi penambangan pasir (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, SLEMAN-Dinas Sumber Daya Air, Energi, dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman melakukan pantauan di beberapa titik yang kerap dilalui truk pasir, Kamis (24/7/2014). Hasilnya, petugas menemukan beberapa truk yang masih beroperasi.
Beberapa titik yang ditinjau tersebut berada di sekitar Kecamatan Cangkringan, Pakem, dan Tempel. "Masih ada satu dua armada yang melintas. Mereka langsung kami instruksikan agar tidak beraktivitas di hari berikutnya,” kata Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dinas SDAEM Sleman, Fauzan Darmadi, Kamis (24/7/2014).
Beberapa waktu lalu, larangan beroperasi bagi truk pengangkut pasir dan batu di lereng merapi sudah disampaikan Kepala Dinas SDAEM Sleman, Sapto Winarno.
Larangan tersebut berlaku pada H-7 hingga H+7 lebaran. Selama rentan waktu itu pula, kegiatan normalisasi maupun penambangan dihentikan sementara.
Namun ternyata hingga H-4 lebaran, sejumlah truk pasir masih nekat beroperasi. Truk tersebut tidak hanya berasal dari Sleman dan DIY tapi juga terdapat kendaraan luar daerah. “Namun untuk alat berat dipastikan sudah tidak ada semua,” ujar Fauzan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.