Sragen Disebut Saudara Tua DIY, Ini Jejak Sejarahnya
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
JIBI/Desi Suryanto Sejumlah pekerja memasang pagar pembatas jalan di persimpangan sisi barat laut Hotel Inna Garuda di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (27/12/2013). Pagar berbahan besi dengan tulisan Malioboro itu dapat dilipat seperti halnya pintu gerbang, kehadiran pagar baru itu menggantikan pagar pembatas jalan sebelumnya yang berwujud aksara jawa yang unik nan khas.
Harianjogja.com, JOGJA—Untuk menertibkan Malioboro sepanjang libur Lebaran, UPT Malioboro menyiapkan 340 personel Jogobaran. Bahkan dengan alasan menertibkan pengunjung yang hendak menyeberang UPT memasang tali plastik rafia di sepanjang trotoar.
Hingga siang kemarin, rafia itu dipasang di trotoar pembatas seputaran mall. Rafia diikat dari lampu hias yang satu dengan yang lain. Lampu hias yang dimaksud itu adalah lampu yang ketika malam menyala warna-warni dan sempat dikeluhkan karena justru menyilaukan mata pengendara mobil.
Humas UPT Malioboro, Sri Raskita mengakui rafia itu justru bisa mengganggu keindahan Malioboro. Namun lantaran tak ada ketersediaan anggaran daerah, rafia terpaksa dipasang. “Supaya tamannya tidak terinjak-injak oleh penyeberang. Pengunjung diarahkan menyeberang lewat zebra cross,” ujarnya¸Jumat (25/7/2014).
Di titik itu pula merupakan salah satu daerah macet di Malioboro karena mobil mengantre parkir di arteri Jalan Perwakilan dan di mall itu sendiri. Sehingga dengan tertib menyeberang setidaknya bisa mengurangi kemacetan.
Ia mengatakan, 340 personel yang disiapkan itu juga bersama dengan polisi turut membantu kepolisian untuk menertibkan arus lalu lintas. Ratusan personel itu, 100 orang di antaranya merupakan petugas UPT, dan lainnya dari pengamanan swakarsa Paksi Katon dan Moral. “Sehari yang bertugas 100 orang dalam tiga sift, jadi tiap sift ada 30 orang,” katanya.
Jogobaran itu, lanjutnya, telah beroperasi sejak H-7 Lebaran dan berakir pada H+7 Lebaran. Tak hanya sekadar penataan arus lalu lintas, petugas Jogobaran juga menerima aduan dari pengunjung apapun itu mulai kehilangan anak, ketinggalan barang, bahkan kecopetan.
“Tiga hari terakhir kami sudah mendapatkan laporan adanya anak hilang dan barang belanjaan ketinggalan di lapak pedagang. Semuanya terselesaikan,” ulasnya.
Kepada pengunjung yang mengalami hal serupa, ia menyarankan untuk melaporkan langsung ke Posko Jogobaran. Poskonya berada di tiga titik, yakni di dekat rel kereta api Stasiun Tugu, depan Dinas Pariwisata dan Titik Nol.
Atau pengunjung dapat mencari petugas Jogobaran. Mereka ada di sepanjang Malioboro dengan menggunakan pakaian gelap. Ciri yang nampak adalah pam swakarsa dari Paksi Katon, dengan pakaian serba hitam mereka mengenakan ikat kepala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.