OPEN HOUSE 2014 : Rumah Wakil Bupati Lebih Ramai

Rima Sekarani
Rima Sekarani Senin, 28 Juli 2014 15:40 WIB
OPEN HOUSE 2014 : Rumah Wakil Bupati Lebih Ramai

Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu saat menyambut tamu dari kalangan pedagang pasar pada open house di rumah dinasnya, Senin (28/7/2014). (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)

Harianjogja.com, SLEMAN-Pejabat pemerintah kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar open house pada Senin (28/7/2014) pagi. Namun, terdapat perbedaan yang cukup mencolok antara tamu-tamu open house di rumah dinas bupati dan wakil bupati.

“Open house ini tentu dalam rangka menjalin silaturahmi dengan masyarakat,” kata Bupati Sleman, Sri Purnomo. Open house di rumah dinas bupati itu diadakan hingga Senin sore dan hanya satu hari saja. Meski demikian, jika masih ada masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengan bupati pada Selasa besok, Sri Purnomo mengaku akan tetap menerimanya.

Hingga menjelang siang, tamu-tamu yang berdatang didominasi oleh para pejabat pemerintahan, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Rombongan dari Polres Sleman pun juga sempat datang untuk beramah tamah dengan bupati.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, tak nampak adanya tamu yang memang berasal dari masyarakat umum non-keluarga pejabat. Namun, Sri Purnomo membantah jika open house tersebut hanya ditujukan bagi kalangan tertentu.

“Di samping untuk jajaran pemerintahan, juga untuk masyarakat umum. Siapa saja kami dengan senang hati akan menerima,” ucapnya.

Kondisi berbeda terlihat di rumah dinas Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu. Sejak open house dibuka, masyarakat dari berbagai wilayah di Sleman datang untuk bertemu dan saling memohon maaf dengan Yuni.

“Memang lebih banyak dari masyarakat umum, terutama kawan-kawan pedagang pasar, misalnya Prambanan dan Sambilegi. Tadi ada juga dari Gayamharjo, Balecatur, Kronggahan, bahkan Tempel,” papar Yuni. Dikatakan Yuni, masyarakat yang datang ke rumah dinasnya memang orang-orang yang biasa berinteraksi dengannya, seperti memberikan informasi ketika terjadi masalah di lapangan.

Ibu Kuat, salah satu warga Balecatur, Gamping, mengaku sudah merasa akrab dengan Yuni. “Sering ketemu juga, jadi ya datang ke sini biasa saja rasanya,” kata perempuan berusia 37 tahun tersebut.

Warga lainnya, Wahono, juga mengaku tak merasa kikuk. “Baru sekali ini, tapi ya tadi di dalam santai saja suasananya,” kata Wahono yang merupakan warga Pelemsari, Prambanan

“Open house adalah ajang silaturahmi dan bermaafan. Kami jika selama ini dalam memberikan pelayanan belum maksimal, semoga tahun depan bisa lebih baik,” ujar Yuni.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online