Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Wisatawan lokal tengah mengunjungi Candi Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Selasa (29/7/2014). (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, SLEMAN-Beberapa objek wisata candi di Kabupaten Sleman bisa dinikmati secara cuma-cuma. Masyarakat yang datang hanya perlu mengisi buku tamu yang berada di pos satpam masing-masing candi untuk keperluan data pengunjung.
Kesempatan itu dimanfaatkan masyarakat sekitar candi maupun pemudik untuk berwisata pada libur lebaran. Misalnya saja Ahmad, warga Karangnongko, Maguwoharjo, Depok. Dia datang ke Candi Sambisari yang terletak di Purwomartani, Kalasan, bersama istri dan anaknya.
“Dulu waktu lewat sini ada tulisan berapa tarifnya tapi tadi kami nggak bayar,” kata Ahmad, saat ditemui Selasa (29/7/2014).
Tak hanya Ahmad saja yang merasa senang karena bisa berwisata di Candi Sambisari secara gratis.
“Mumpung lagi di Jogja. Kata saudara di sini gratis, jadi kami sekeluarga coba main ke candi,” ucap Suroto, pengunjung asal Boyolali.
Pengunjung di Candi Sambisari memang tidak hanya berasal dari sekitar Jogja. Dari daftar pengunjung di buku tamu pada siang itu, ada pengunjung yang menuliskan asalnya dari Cirebon, Bandung dan lainnya
Kebijakan masuk gratis dilakukan karena sistem retribusi sedang ditata ulang. Namun, hal itu tidak berlaku untuk semua candi. “Ini manajemennya sedang ditata, jadi BPCB menarik petugasnya. Sementara ini yang candi kecil tidak bayar, seperti Candi Ijo, Sambisari, Banyu Ijo, Banyu Nibo, Gebang, Kalasan,” papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi.
Meski gratis, bukan berarti pengunjung bisa seenaknya. Tetap akan ada petugas keamaan yang akan menjaga dan mengingatkan pengunjung jika melakukan kesalahan. Misalnya jika ada pengunjung yang naik ke atang puing candi yang masih dalam proses pemugaran. “Selain objek wisata, candi juga merupakan cagar budaya. Ada hal-hal yang harus diketahui pengunjung,” terang Ayu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.