Sragen Disebut Saudara Tua DIY, Ini Jejak Sejarahnya
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Harianjogja.com, JOGJA- Menjadi pusat tujuan wisata, Malioboro tak pernah terhindar dari masalah kemacetan, parkir hingga masalah sekecil sampah sekalipun.
Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh, jumlah pengunjung Malioboro saat libur Lebaran kali ini menumpuk setiap harinya, berbeda dengan tahun lalu yang menyebar merata. Hal ini dimungkinkan jarak H plus Lebaran dengan masuk kerja lebih pendek.
Ia mencatat, angka ideal kemacetan Malioboro ketika akhir pekan puncak kepadatan mencapai 14.000 kendaraan per 1,5 jam pada jam-jam tertentu saja. Saat Lebaran ini, puncak kepadatan itu tidak ada hentinya sampai malam.
“Mulai pukul 09.00-22.00 WIB kendaraan luar kota padati Malioboro,” ungkapnya Jumat (1/8/2014). Syarif memperkirakan kondisi ini berlangsung maksimal pada Sabtu (2/8/2014) malam ini.
Crowded-nya kendaraan di Malioboro itu, menurut Syarif, berujung pada kesulitan petugas kebersihan UPT untuk mengangkut sampah dari ujung utara sampai selatan Malioboro yang panjangnya sekitar 500 meter. Karenanya diputuskan untuk mengangkut sampah yang tercecer, petugas menyisirnya dengan gerobak dorong.
Setiap empat jam (satu sift), setidaknya ada enam sampai delapan orang petugas kebersihan. Sekalipun begitu, keputusan itu masih saja sulit membebaskan Malioboro dari sampah. Saking padatnya Malioboro dari kendaraan, pengunjung dan angkutan publik tradisional, petugas dengan gerobaknya susah menembusnya.
Belum lagi kendaraan Tosa pengangkut sampah yang terkumpul ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS) terdekat juga tak jarang terjebak macet. “Sebetulnya kalau Malioboro mau clear dari sampah, petugas kebersihan lebih baik zonasi sehingga tidak perlu mondar-mandir dari ujung Utara-Selatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
HP bisa lebih awet dan tetap kencang jika dirawat dengan benar. Simak cara sederhana menjaga baterai, performa, dan keamanan smartphone.
Harga cabai rawit merah masih tertinggi di pasar eceran nasional mencapai Rp62.100 per kg. Simak daftar lengkap harga pangan terbaru menurut PIHPS Bank Indonesi
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.