Kulonprogo Yakin Tahun Ini Surplus Beras
Harianjogja.com, KULONPROGO- Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjamin penurunan produksi padi masa tanam kedua tidak berpengaruh pada surplus beras 2014.
Kepala KP4K Kulonprogo Maman Sugiri mengatakan hasil panen pada masa tanam kedua (MT II) mengalami penurunan akibat terserang hama wereng.
"Hama wereng memang menyebar tanaman padi hampir menyeluruh di 12 kecamatan. Namun, kami pastikan tidak berpengaruh pada surplus beras yang ada," kata Maman, Senin (4/8/2014).
Menurut dia, serangan hama wereng pada tanaman padi ini disebabkan perubahan cuaca dan komulatif dari serangan pada MT I. Kecamatan yang paling parah diserang hama wereng yakni Wates dan Temon.
"Bagusnya, Pemkab Kulonprogo telah menetapkan pola tanam yakni padi-padi-palawija sehingga dapat memutus mata rantai hama. Meski terserang hama wereng, luasannya tidak luas dan dampaknya tidak signifikan," kata Maman.
Dia mengatakan setiap tahunnya rata-rata surplus beras 40.000 ton. Sedangkan kebutuhan beras raskin daerah (rasda) hanya sebesar 7700 ton per tahun.
"Kebutuhan rasda masih dapat tercukupi oleh produksi petani Kulonprogo," katanya.
Pada 2013, kata dia, pihaknya berhasil menurunkan komsumsi beras dari 83 kg/kapita/tahun menjadi 79 kg/kapita/tahun. Penurunan komsumsi beras ini cukup bagus.
"Saat ini, kami berupaya mengkampanyekan masyarakat mengkonsumsi makanan pengganti beras seperti ketela. Kita ketahui bersama, angka produksi padi di Kulonprogo mengalami penurunan karena serangan hama, sedangkan jumlah penduduk semakin banyak," kata Maman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share