12 Penumpang Kereta Api dari Jogja Diturunkan karena Tiket Tak Sesuai Indentitas

Kamis, 07 Agustus 2014 21:20 WIB
12 Penumpang Kereta Api dari Jogja Diturunkan karena Tiket Tak Sesuai Indentitas

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Penumpang kereta api Prameks relasi Kutoarjo-Jogja-Solo berdesakan di dalam kereta yang melaju menuju Solo, Sabtu (27/10). PT KAI Daop VI Yogyakarta mengeluarkan kebijakan untuk menggratiskan tiket perjalanan relasi Jogja-Solo dan diskon 50 persen untuk perjalanan relasi Kutoarjo-Solo PP sejak Kamis 25/10 hingga Minggu 28/10, kebijakan itu terkait dengan kecelakaan kereta Prameks relasi Solo Jebres-Kutoarjo di as jalan kilometer 155+1/0 timur Stasiun Maguwo, Kabupaten Sleman

Harianjogja.com, JOGJA- PT.KAI (Persero) mengindikasikan adanya modus operandi baru percaloan tiket KA. Mereka melakukan manipulasi data KTP untuk menipu calon penumpang.

Atas indikasi tersebut PT KAI melakukan pengetatan boarding system dan pengetatan pemeriksaan tiket berlapis di perjalanan KA.

"Kebijakan ini dilakukan karena beberapa stasiun masih ada yang belum steril. Banyak oknum penumpang masih mencoba lewat jalan lain selain melalui boarding pass. Kami mohon maaf apabila mengganggu kenyamanannya," ujar Manager Humas Daop 6 Bambang S Prayitno melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (7/8/2014).

Dijelaskan Bambang, kasus penipuan tiketing tersebut terjadi pada tanggal (3/8/2014) sampai (4/8/2014). Dari hasil pemeriksaan kesesuaian identitas dengan tiket untuk KA Ekonomi Progo (Stasiun Lempuyangan-Pasar Senen), sebanyak 12 calon penumpang terpaksa diturunkan. Pengetatan tiket berlapis tersebut, lanjut Bambang, dilakukan untuk ketertiban bertransportasi.

Dari 12 penumpang yang diturunkan itu, identitas penumpang berbeda dengan yang tertera di tiket. Sementara, dua orang kedapatan mencoba menggunakan KTP Palsu.

"Mereka merekayasa foto lalu discaner, ternyata antara foto dengan usia yang tertera tidak sesuai. Di foto usianya jauh lebih muda dari tahun kelahirannya, ini ditemukan ketika boarding pass di stasiun dan yang bersangkutan malah kabur ketika akan di giring ke ruang kepala stasiun," kata Bambang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online