AI Jepang Ini Bisa Temukan Sampah Plastik di Dasar Laut, 3 Kali Lebih Cepat
JAMSTEC Jepang mengembangkan DeepLitterAI untuk mendeteksi dan menghitung sampah di dasar laut. Sistem ini bisa menganalisis rekaman hingga 3,1 kali lebih cepat
Kapolda DIY Brigjen Pol Oerip Subagyo (tengah) memberikan kenang-kenangan kepada Pemimpin Redaksi Harian Jogja Adhitya Noviardi saat melakukan kunjungan ke kantor redaksi durat kabar tersebut, di Jl A.M. Sangaji No. 41, Kota Jogja, Kamis (7/8/2014). Kunjungan silaturahmi tersebut merupakan ajang perkenalan Oerip Subagyo sebagai pejabat baru Kapolda DIY kepada insan media massa. (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, JOGJA-Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta berharap kepada masyarakat untuk turut serta meredam munculnya paham radikalisme dan mewaspadai kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di wilayahnya.
Selain menjaga tata keberagaman, toleransi dan kehidupan beragama, paham tersebut bisa dicegah perkembagannya karena tidak sejalan dengan kehidupan bangsa Indonesia yang didasarkan pada Pancasila.
“Harapannya, masyarakat bisa mengerti jika paham tersebut bertentangan dengan Pancasila,” ujar Kapolda DIY, Brigjen Pol Oerip Subagyo, di Griya Harian Jogja, Kamis (7/8/2014).
Kapolda mengungkapkan sejauh ini belum ada pergerakan maupun tindakan mengarah pada pendeklarasian dan perkembangan gerakan ISIS di wilayahnya. Di samping itu, dari beberapa nama yang dilansir oleh Polri, tidak ada satu pun anggota ISIS berasal dari DIY.
“Meskipun demikan, kami terus mewaspadai potensinya. Kami monitoring beberapa tempat dan berusaha untuk mencegahnya,” tandas dia.
Menurut Kapolda, sebelum muncul gerakan ISIS, pihaknya telah mendeteksi mengenai kemungkinan lahirnya radikalisme yang mengarah pada pembangunan negara Islam dengan paham Khilafah. Untuk mencegahnya, kepolisian telah berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya gerakan tersebut.
"Saya harap masyarakat juga waspada ini. Jangan sampai ada anggota keluarga, saudara, atau tetangga terbawa yang nantinya akan merugikan kita semua," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JAMSTEC Jepang mengembangkan DeepLitterAI untuk mendeteksi dan menghitung sampah di dasar laut. Sistem ini bisa menganalisis rekaman hingga 3,1 kali lebih cepat
Kualitas udara Jakarta Sabtu pagi berada di AQI 113 dan masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Karhutla di Samboja mengancam Sekolah Hutan. Sebanyak 11 orangutan berhasil dievakuasi ke kandang penyelamatan dengan selamat.
Prakiraan cuaca DIY hari ini, Sabtu 5 September 2026, didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 33°C di Gunungkidul.
Hasil Stuttgart vs Koln berakhir 4-1. Stuttgart meraih kemenangan perdana di Liga Jerman setelah mencetak empat gol.
Jadwal SIM Gunungkidul Hari Ini Sabtu 5 September 2026 di Pasar Argosari pada malam hari